“Sudah cuci tangankah? Antre mengambil ompreng, duduk, berdoa, makan dengan baik, dijelaskan kandungan gizinya, termasuk dimakan sebelum jam atau harus dimakan sebelum jam berapanya,” jelas Sudaryono.
Tak berhenti pada aturan konsumsi, BGN juga menyiapkan sistem pengawasan yang lebih ketat di dapur MBG.
Salah satu rencananya adalah mengintegrasikan CCTV yang terpasang di seluruh dapur MBG dengan sistem teknologi informasi di kantor pusat BGN.
Sudaryono mengatakan seluruh dapur MBG diwajibkan memasang CCTV.
Rekaman kamera tersebut nantinya diupayakan dapat terhubung langsung dengan sistem pengawasan BGN.
“Kami sedang bagaimana caranya mengintegrasikan CCTV di semua dapur bisa terintegrasi kepada kami seluruhnya di kantor pusat,” kata Sudaryono.
Menurutnya, sistem tersebut diharapkan dapat memperkuat pengawasan terhadap proses produksi makanan MBG, mulai dari persiapan hingga makanan siap didistribusikan.
Menggandeng BRIN
BGN juga akan menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk membahas teknologi pendeteksi makanan basi.
Teknologi ini diharapkan bisa menjadi tambahan alat untuk mengantisipasi makanan yang sudah tidak layak dikonsumsi.
Sudaryono mengatakan dirinya akan meminta BRIN memaparkan teknologi tersebut dalam waktu dekat.
Sebelumnya, teknologi pendeteksi makanan basi disebut pernah dipresentasikan kepada Presiden Prabowo Subianto.


