JAKARTA, HOLOPIS.COM – El Nino mulai mengintai Indonesia. Menteri Pertanian Amran menyiapkan sejumlah langkah agar stok beras tetap aman di tengah ancaman kekeringan.
Ancaman fenomena El Nino berkekuatan ekstrem atau yang kerap dijuluki “El Nino Godzilla” kembali menjadi perhatian pemerintah.
Fenomena iklim ini diperkirakan dapat memicu kemarau lebih panjang, meningkatkan suhu udara, serta mengurangi curah hujan di berbagai wilayah Indonesia.
Jika tidak diantisipasi, kondisi tersebut berpotensi mengganggu produksi pangan nasional, terutama komoditas beras yang menjadi makanan pokok masyarakat.
Menghadapi ancaman tersebut, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi untuk menjaga produksi pertanian tetap berjalan.
Hal itu disampaikan Amran usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Selasa (28/7/2026), yang membahas kesiapsiagaan menghadapi dampak El Nino.
Menurut Amran, pemerintah tidak memulai langkah antisipasi dari nol.
Pengalaman menghadapi El Nino kuat pada 2023-2024 menjadi bekal penting dalam menyusun strategi menghadapi ancaman iklim ekstrem yang diperkirakan kembali terjadi.
Salah satu upaya utama yang dilakukan pemerintah adalah program pompanisasi secara besar-besaran.
Sebanyak 100.000 unit pompa air telah disalurkan ke berbagai sentra produksi pertanian di Indonesia.
Program tersebut bertujuan memastikan petani tetap memiliki akses air untuk mengairi sawah meski curah hujan menurun drastis.
“Kita melakukan pompanisasi, ada 100.000 pompa yang kita sebar di seluruh Indonesia,” ujar Amran.
Selain pompanisasi, pemerintah mempercepat rehabilitasi dan pembangunan jaringan irigasi.



