Selain kejahatan siber, fokus kolaborasi juga diarahkan pada penanganan terorisme digital yang memanfaatkan media sosial, aplikasi terenkripsi, serta propaganda yang menyasar generasi muda.
“Polri berharap kerja sama dengan FBI dapat diperluas dalam menghadapi radikalisasi daring, ekstremisme berbasis kekerasan, investigasi komunikasi digital, dan perlindungan masyarakat dari propaganda terorisme,” tuturnya.
Sinergi ini turut mencakup pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan penyelundupan manusia melalui pertukaran informasi cepat guna melacak aliran dana dan jaringan pelaku.
Di akhir pertemuannya, Sigit menegaskan kesiapan Polri untuk terus menjadi mitra yang dapat diandalkan oleh FBI demi menjaga keamanan, baik di tingkat nasional maupun global.
“Polri berkomitmen untuk terus menjadi mitra yang dapat diandalkan FBI dalam memperkuat kerja sama penegakan hukum internasional. Kami berharap audiensi ini dapat meningkatkan pertukaran informasi, kerja sama operasional, pengembangan kapasitas, serta penyelesaian perkara yang menjadi perhatian bersama,” kata Kapolri.


