Nanik S Deyang Kena Jantung Koroner Usai Ngaku Stres, Benarkah Tekanan Berat Bisa Picu Penyakit Jantung?

0 Shares

Menurut dr. Wira, orang yang mengalami stres berkepanjangan umumnya mengalami perubahan pola hidup yang berpotensi meningkatkan risiko penyakit jantung.

Sebagian orang menjadi sulit tidur atau insomnia, sementara yang lain justru melampiaskan tekanan dengan merokok lebih banyak, mengonsumsi alkohol, makan berlebihan, atau berhenti berolahraga.

Ada pula yang memilih menyendiri hingga mengalami depresi.

“Gabungan antara respons biologis tubuh dan perubahan gaya hidup inilah yang membuat risiko penyakit jantung meningkat,” jelasnya.

Karena itu, stres sering kali bukan satu-satunya penyebab, melainkan menjadi faktor yang mempercepat munculnya gangguan jantung pada seseorang yang sudah memiliki faktor risiko lain.

“Setiap orang memiliki respons yang berbeda ketika menghadapi tekanan. Ada yang menjadi mudah marah, merasa cemas berlebihan, atau sulit berkonsentrasi. Sebagian lainnya mengalami keluhan fisik seperti sulit tidur atau sering terbangun di malam hari, jantung berdebar, sakit kepala, gangguan pencernaan, napas terasa pendek, hingga nyeri otot,” sebutnya.

- Advertisement -

Jika berbagai gejala tersebut berlangsung dalam waktu lama dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, kondisi itu sebaiknya tidak diabaikan. Konsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan penting dilakukan agar penyebabnya dapat diketahui dan penanganan yang tepat bisa segera diberikan.

Meski demikian, dr. Wira menegaskan bahwa penyakit jantung koroner merupakan penyakit multifaktor.

Artinya, ada banyak penyebab yang saling berkaitan, seperti kolesterol tinggi, hipertensi, diabetes, obesitas, kebiasaan merokok, kurang aktivitas fisik, usia, hingga faktor keturunan.

Dalam kasus Nanik, misalnya, ia sendiri mengungkapkan bahwa dokter menemukan kadar kolesterol tinggi selain faktor stres.

Karena itu, menjaga kesehatan jantung tidak cukup hanya dengan mengurangi stres, tetapi juga harus disertai pola hidup sehat dan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Untuk menekan risiko gangguan jantung akibat stres, para ahli menyarankan masyarakat mulai menerapkan pola hidup sehat secara konsisten. Caranya antara lain dengan rutin berolahraga setidaknya 150 menit setiap pekan, mencukupi waktu tidur selama 7–9 jam setiap malam, serta mengonsumsi makanan bergizi seimbang.

Asupan makanan tinggi lemak jenuh, gula, maupun garam juga sebaiknya dibatasi karena dapat meningkatkan faktor risiko penyakit jantung.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Gesha Yuliani Nattasya
Muhammad Ibnu Idris
Gesha Yuliani Nattasya, Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU