Selain itu, penting untuk menghindari kebiasaan merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol sebagai pelampiasan saat menghadapi tekanan. Menjaga hubungan yang baik dengan keluarga maupun teman, meluangkan waktu untuk beristirahat atau berlibur, serta tidak ragu mencari bantuan profesional apabila stres terasa sulit dikendalikan juga menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan mental sekaligus kesehatan jantung.
Kasus yang dialami Nanik S Deyang menjadi pengingat bahwa tekanan pekerjaan yang berlangsung dalam waktu lama dapat memberikan dampak nyata terhadap kondisi fisik.
Meski stres bukan satu-satunya penyebab penyakit jantung koroner, stres yang tidak dikelola dengan baik dapat memperburuk berbagai faktor risiko yang sudah ada.
Karena itu, menjaga keseimbangan antara pekerjaan, waktu istirahat, dan pola hidup sehat menjadi langkah penting untuk melindungi kesehatan jantung dalam jangka panjang.


