“Data sementara menunjukkan sekitar 5 hektare lahan terdampak kebakaran tanpa adanya korban jiwa,” ungkonya.
Hingga kini, proses penanganan masih berlangsung dengan luas lahan yang telah berhasil ditangani mencapai sekitar 2 hektare.
Masih di Pulau Kalimantan, kebakaran lahan juga terjadi di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur pada Minggu, (19/7) sekitar pukul 15.00 WIB.
Kebakaran terjadi di Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Loa Janan Ilir; Kelurahan Mugirejo, Kecamatan Sungai Pinang; serta Kelurahan Bukit Pinang, Kecamatan Samarinda Ulu. Penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan.
Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 35,2 hektare, terdiri dari sekitar 5 hektare di Kecamatan Loa Janan Ilir, 30 hektare di Kecamatan Sungai Pinang, dan 0,2 hektare di Kecamatan Samarinda Ulu.
Tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut. BPBD Kota Samarinda telah melakukan pengecekan, asesmen, dan pemadaman bersama Disdamkarmat Kota Samarinda, Katana Kelurahan Simpang Tiga, serta relawan. Hingga saat ini, proses penanganan masih terus berlangsung untuk mengendalikan kebakaran dan mencegah meluasnya area terdampak.
Sementara itu, di Pulau Sulawesi, kebakaran hutan dan lahan dilaporkan terjadi di Desa Atue, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, Provinsi Sulawesi Selatan pada Minggu, (19/7). Kebakaran yang terjadi di lahan belakang Pertamina Ussu tersebut masih dalam penyelidikan terkait penyebabnya.
Kebakaran menghanguskan lahan seluas kurang lebih 1 hektare dan tidak menimbulkan korban jiwa.
Berdasarkan kondisi mutakhir, api berhasil dipadamkan pada pukul 21.00 WITA dan situasi di lokasi telah terkendali.


