Media pemerintah Iran juga menyebut serangan drone diarahkan ke sistem komunikasi dan fasilitas penyimpanan militer AS di Yordania. Namun, militer Yordania mengaku berhasil mencegat delapan drone tersebut sehingga tidak menimbulkan korban maupun kerusakan.
Di sisi lain, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan negaranya tidak lagi memiliki alasan untuk mematuhi kesepakatan sementara dengan Amerika Serikat apabila tidak memberikan keuntungan bagi Teheran.
Menurutnya, menjaga kepentingan nasional Iran di Selat Hormuz tetap menjadi prioritas utama, sementara negosiasi dan perlawanan militer akan terus berjalan sebagai bagian dari strategi menghadapi konflik dengan Washington.
Di tengah memanasnya situasi, Trump menyambut pembebasan seorang warga negara Amerika Serikat bernama Dena Karari yang sebelumnya ditahan Iran sejak Desember 2024. Trump menyebut langkah tersebut sebagai bentuk itikad baik dari Teheran.
Konflik yang terus berlanjut juga semakin meningkatkan ketegangan di Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran minyak paling penting di dunia. Aktivitas kapal tanker yang melintas di kawasan itu dilaporkan menurun drastis, sementara harga minyak dunia kembali mengalami kenaikan akibat kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi global.


