HOLOPIS.COM, JAKARTA – Keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menarik ribuan pasukan dari Jerman bukan sekadar langkah militer biasa. Kebijakan Trump justru membuka babak baru ketegangan antara AS dan sekutu utamanya di Eropa.
Cara Trump itu juga memicu kekhawatiran soal masa depan aliansi NATO.
Pentagon mengonfirmasi bahwa sekitar 5.000 tentara AS akan ditarik dalam enam hingga 12 bulan ke depan. Langkah ini disebut sebagai hasil evaluasi strategis terhadap postur militer Amerika di kawasan Eropa.
Juru bicara Pentagon, Sean Parnell, menegaskan keputusan tersebut bukan tanpa dasar.
“Keputusan tersebut mengikuti tinjauan menyeluruh terhadap postur kekuatan Departemen di Eropa dan sebagai pengakuan atas kebutuhan teater dan kondisi di lapangan,” kata Sean, dikutip pada Minggu, (3/5/2026).
Namun, di balik alasan teknis itu, ada dinamika politik yang lebih dalam. Ketegangan meningkat setelah Kanselir Jerman Friedrich Merz melontarkan kritik terhadap strategi AS dalam konflik dengan Iran. Bahkan, omongan Friedrich yang menyebut Washington “dipermalukan”.
Jerman selama ini menjadi pusat penting operasi militer AS di Eropa. Negara ini menampung berbagai fasilitas strategis, termasuk pangkalan udara, pusat medis militer, hingga markas komando regional.
Pun, sekitar 36.000 personel militer AS ditempatkan di Jerman. Dengan demikian, penarikan 5.000 pasukan setara dengan sekitar 14% kekuatan yang ada.
Meski demikian, pemerintah Jerman berusaha meredam kekhawatiran. Menteri Pertahanan Boris Pistorius menilai langkah AS sebagai sesuatu yang bisa diprediksi di tengah perubahan geopolitik global.
“Kehadiran tentara Amerika di Eropa, dan khususnya di Jerman, adalah demi kepentingan kita dan kepentingan AS,” katanya.
Ia menambahkan, negara Eropa harus mengambil lebih banyak tanggung jawab atas keamanan sendiri.
Namun, reaksi keras justru datang dari dalam negeri AS. Sejumlah politisi dan analis menilai kebijakan ini berisiko melemahkan posisi strategis AS di Eropa. Selain itu, membuka peluang bagi rival geopolitik seperti Presiden Rusia Vladimir Putin.
Senator dari Demokrat, Jack Reed mengkritik keras langkah Trump yang ngambek dengan Jerman tersebut. Ia menyindir Presiden yang diusung Partai Republik itu gegabah.
“Presiden harus segera menghentikan tindakan gegabah ini sebelum ia menyebabkan konsekuensi yang tidak dapat diubah bagi aliansi kita dan keamanan nasional jangka panjang,” jelas Reed.
Pandangan serupa juga disampaikan oleh analis pertahanan dari Foundation for Defense of Democracies. Mereka menilai kehadiran militer AS di Eropa selama ini tidak hanya berfungsi sebagai pencegah agresi Rusia. Tapi, juga sebagai basis proyeksi kekuatan ke kawasan lain seperti Timur Tengah dan Afrika.


