Viral! Wanita Calon Manajer KDMP Salat Pakai Seragam Tentara Tanpa Mukena, Netizen Heboh

0 Shares

JAKARTA, Holopis.com – Viral video wanita calon manajer KDMP salat pakai seragam tentara tanpa mukena saat Latsarmil. Aksi itu memicu pro dan kontra di media sosial.

Sebuah video yang memperlihatkan sejumlah wanita calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) melaksanakan salat berjamaah dengan mengenakan seragam latihan militer tanpa mukena viral di media sosial.

Rekaman tersebut memicu perdebatan di kalangan warganet terkait tata cara pelaksanaan salat dalam kondisi mengikuti pendidikan dan latihan militer (Latsarmil).

Dalam video yang beredar, para peserta tampak tetap mengenakan seragam loreng lengkap saat menunaikan salat berjamaah di lokasi pelatihan.

Mereka diketahui sedang mengikuti program Latsarmil yang menjadi bagian dari pembekalan calon manajer KDMP.

Meski mengenakan seragam latihan, para peserta terlihat khusyuk mengikuti rangkaian ibadah hingga selesai.

- Advertisement -

Video tersebut kemudian ramai dibagikan di berbagai platform media sosial dan menuai beragam tanggapan dari warganet.

Program pembekalan calon manajer KDMP sendiri merupakan bagian dari upaya pemerintah mempersiapkan sumber daya manusia untuk mengelola koperasi desa di berbagai daerah.

Selain materi kepemimpinan, tata kelola koperasi, dan manajemen, peserta juga mendapatkan pelatihan dasar militer yang bertujuan membentuk karakter, kedisiplinan, serta jiwa kepemimpinan.

Namun, yang menjadi perhatian publik bukan hanya materi pelatihannya, melainkan pelaksanaan salat berjamaah para peserta perempuan yang tidak mengenakan mukena.

Di kolom komentar media sosial, banyak netizen mempertanyakan pelaksanaan salat tersebut.

Salah satu warganet menulis, “Kalau tidak darurat kenapa tidak pakai mukena? Bukankah aurat saat salat harus lebih diperhatikan?”

Sementara akun lainnya menyoroti posisi imam salat berjamaah perempuan.

“Kalau sesama perempuan, imamnya biasanya sejajar dengan makmum, bukan di depan,” tulis netizen.

Ada pula netizen yang mempertanyakan penggunaan seragam latihan saat salat.

Mereka menilai pakaian yang digunakan untuk aktivitas fisik dikhawatirkan tidak lagi dalam kondisi suci sehingga memunculkan perdebatan mengenai keabsahan ibadah tersebut.

Meski demikian, tidak sedikit pula warganet yang memberikan pandangan berbeda.

Sebagian menilai para peserta tetap patut diapresiasi karena tidak meninggalkan kewajiban salat meski berada di tengah jadwal pelatihan yang padat.

“Yang penting mereka ingat waktu salat. Soal diterima atau tidak, itu urusan masing-masing dengan Allah,” tulis salah seorang netizen.

Sorotan terhadap program Latsarmil calon manajer KDMP sebenarnya sudah muncul sejak awal pelaksanaannya.

Sebelumnya, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) meminta pemerintah mengevaluasi pelaksanaan pelatihan dasar militer tersebut.

Koordinator Subkomisi Penegakan HAM Komnas HAM, Pramono Ubaid Tanthowi, menilai peningkatan kapasitas calon manajer koperasi seharusnya lebih difokuskan pada kompetensi manajerial, kepemimpinan, tata kelola koperasi, serta literasi keuangan dibandingkan pelatihan militer yang dinilai tidak berkaitan langsung dengan tugas mereka.

Program Latsarmil juga sempat menjadi sorotan setelah adanya laporan peserta yang meninggal dunia selama mengikuti pelatihan.

Kondisi tersebut membuat relevansi pelatihan militer bagi calon pengelola koperasi desa kembali menjadi bahan perdebatan di ruang publik.

Hingga Rabu (1/7/2026), belum ada penjelasan resmi dari panitia pelatihan maupun instansi terkait mengenai tata cara pelaksanaan salat bagi peserta perempuan selama mengikuti Latsarmil.

Sementara itu, video salat berjamaah menggunakan seragam latihan militer tersebut masih terus beredar luas di media sosial.

Perdebatan yang muncul tidak hanya berkaitan dengan tata cara ibadah, tetapi juga kembali memunculkan diskusi mengenai relevansi pelatihan dasar militer dalam program pembekalan calon manajer Koperasi Desa Merah Putih.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Gesha Yuliani Nattasya
Muhammad Ibnu Idris
Gesha Yuliani Nattasya, Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU