HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bencana kekeringan air melanda Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Dampak kekeringan yang mengakibatkan krisis air bersih ini dirasakan oleh 850 kepala keluarga (KK) di Desa Pedangkamulyan, Kecamatan Bojonggambir.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, merespons dampak kekeringan tersebut, BPBD Kabupaten Tasikmalaya telah mendistribusikan air bersih secara langsung kepada masyarakat di Desa Pedangkamulyan.
“Dampak kekeringan ini telah mendapat atensi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang merespons dengan menetapkan status Siaga Darurat bencana kekeringan dan karhutla di wilayah Jawa Barat terhitung sejak 1 Juli 2026,” kata Abdul Muhari dalam pernyataannya yang dikutip Holopis.com.
Abdul juga menjelaskan, krisis air bersih akibat dampak kekeringan juga masih terjadi di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, sejak beberapa waktu lalu. Merespons kondisi tersebut, BPBD Kabupaten Bantul telah mendistribusikan 15.000 liter air bersih di Desa Jatimulyo, Kecamatan Dlingo.
“Air bersih tersebut diperuntukkan bagi masyarakat terdampak di Desa Jatimulyo yang diperkirakan mencapai 90 KK atau 250 jiwa. Selain disalurkan langsung kepada masyarakat, air bersih juga ditempatkan pada tempat penampungan seperti toren sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat umum,” jelasnya.
Seiring meningkatnya potensi bencana hidrometeorologi kering, Abdul mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat koordinasi lintas instansi, memperbarui pemetaan wilayah rawan, serta memastikan layanan dasar bagi masyarakat tetap terpenuhi.
“Partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan dan melaporkan potensi bahaya juga menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko bencana,” imbaunya.

