JAKARTA – Delapan penyintas penangkapan dan penyiksaan terhadap aktivis Solidaritas Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi (SMID) dan Partai Rakyat Demokratik (PRD) pada 1996 membagikan pengalaman mereka melalui buku Nyanyian Bawah Tanah: Kisah Penangkapan dan Penyiksaan Aktivis SMID/PRD 1996.
Buku tersebut diperkenalkan kepada publik dalam agenda soft launching dan bedah buku yang berlangsung di Kalia Restoran, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (30/6/2026).
Karya tersebut menghimpun kesaksian para penyintas yang mengalami penangkapan tanpa proses hukum, penahanan, hingga penyiksaan menjelang berakhirnya pemerintahan Orde Baru.
Salah satu penulis yang juga merupakan penyintas, Trio Marpaung, mengatakan buku itu disusun sebagai upaya mendokumentasikan pengalaman para korban agar tidak hilang ditelan waktu sekaligus menjadi bagian dari catatan sejarah bangsa.
“Sejarah tidak hanya tersimpan dalam arsip negara, tetapi juga hidup dalam ingatan para penyintas,” kata Trio dalam diskusi peluncuran buku.

Menurut Trio, kebebasan dan ruang demokrasi yang dinikmati masyarakat saat ini tidak lahir begitu saja, melainkan melalui perjuangan banyak aktivis yang harus menghadapi intimidasi, penangkapan, hingga penyiksaan karena memperjuangkan perubahan.
Ia berharap buku tersebut dapat menjadi sarana bagi generasi muda untuk memahami secara langsung pengalaman korban pelanggaran hak asasi manusia (HAM) sekaligus menumbuhkan kesadaran agar peristiwa serupa tidak kembali terulang.
Peluncuran buku juga menghadirkan Tenaga Ahli Kementerian HAM RI Ester Jusuf sebagai keynote speaker. Selain itu, diskusi diikuti penulis sekaligus penyintas Syani, Komisioner Komnas HAM Uli Parulian Sihombing, serta aktivis buruh dan demokrasi Dita Indah Sari sebagai penanggap. Acara dipandu oleh akademisi hukum Tuti Widyaningrum.
Melalui peluncuran buku tersebut, para penyelenggara berharap pembahasan mengenai sejarah pelanggaran HAM tidak berhenti di forum-forum akademik semata, tetapi mampu memperluas kesadaran publik mengenai pentingnya penghormatan terhadap hak asasi manusia sebagai salah satu fondasi utama dalam kehidupan demokrasi.





💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...