Ada Cerita Kucing hingga Komik, Intip Ribuan Buku Karya Anak di Perpustakaan Jakarta

0 Shares
Ukuran Teks:
21
Dengarkan:

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Ribuan buku karya anak-anak memenuhi salah satu sisi lantai empat Perpustakaan Jakarta Taman Ismail Marzuki (TIM). Buku-buku tersebut tidak hanya berisi tulisan, tetapi juga gambar yang dibuat langsung oleh anak-anak dalam rangkaian Pameran Karya Raya 2026.

Tahun ini, sebanyak 2.053 buku karya anak berusia enam hingga 12 tahun dipamerkan dalam penyelenggaraan Karya Raya yang memasuki tahun keempat. Pameran hasil kolaborasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) DKI Jakarta, Perpustakaan Jakarta, dan Bookabook tersebut berlangsung pada 11 September hingga 2 Oktober 2026.

Pustakawan Perpustakaan Jakarta, Gatot Ramanugraha, mengatakan karya-karya tersebut telah melalui rangkaian proses sejak awal tahun. Kegiatan diawali dengan sosialisasi dan penjualan kit kepada masyarakat pada Januari 2026.

“Jadi awalnya itu Karya Raya kita mulai dari awal tahun, dari Januari. Mulai sosialisasi, mulai penjualan kit-nya kepada masyarakat,” ujar Gatot saat ditemui Holopis.com di Perpustakaan Jakarta, Rabu (16/9).

Setelah kit atau perlengkapan membuat buku dibagikan, peserta mengikuti pelatihan yang berlangsung sejak Maret hingga Agustus 2026. Dalam tahap tersebut, anak-anak belajar mewarnai, menggambar, menyusun cerita, hingga mengembangkan cerita dari dongeng dan pengalaman mereka sendiri.

Pengalaman sehari-hari dan hal-hal yang disukai menjadi sumber cerita bagi para peserta. Karena itu, mereka bebas mengembangkan cerita dalam berbagai bentuk sesuai dengan ide dan minat masing-masing.

“Yang pasti cerita anak-anak yang relate (berkaitan) dengan kehidupan mereka. Misalnya mereka suka kucing, cerita tentang kucing. Komik juga ada, apa pun itu. Jadi kami menerima tulisan apa pun dari anak-anak bentuknya,” kata Gatot.

Kebebasan dalam bercerita juga diterapkan dalam pembuatan buku. Anak-anak menulis cerita dengan tangan dan membuat ilustrasinya sendiri menggunakan media yang mereka pilih, seperti krayon atau spidol. Dalam proses tersebut, orang tua juga dapat memberikan pendampingan kepada anak.

Kr Holopis
Pameran Karya Raya 2026 di lantai empat Perpustakaan Jakarta TIM. [Foto: Holoppis.com/Vhina]

Dari proses berkarya tersebut, tema Karya Raya 2026 diangkat, yakni ‘Garden of Kindness, Where Creativity Grows on You’. Menurut Gatot, tema tersebut menggambarkan anak-anak sebagai bibit yang tumbuh melalui proses berkarya hingga berkembang menjadi pohon-pohon baru yang melahirkan seorang penulis.

“Penulisnya itu anak-anak, itu adalah sebagai bibit. Jadi setelah menulis, tumbuhlah pohon-pohon baru,” tutur Gatot.

Gambaran tersebut sejalan dengan tujuan Karya Raya yang tidak hanya menampilkan hasil tulisan anak, tetapi juga menjadi ruang bagi mereka untuk berkembang melalui karya. Dilansir dari laman resmi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Co-Founder Karya Raya, Ernest, mengatakan anak-anak dapat tumbuh bersama karya yang mereka hasilkan.

Proses tersebut mendorong anak-anak berkembang dari pembaca menjadi penulis dan dari konsumen pasif menjadi kontributor aktif. Menurut Ernest, kemampuan tersebut menjadi semakin penting di tengah perkembangan kecerdasan artifisial (AI) yang memungkinkan berbagai bentuk karya, seperti gambar, tulisan, dan musik, dibuat dalam waktu singkat.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Vhina Noviyanti
Muhammad Ibnu Idris
Tim Penulis & Editor
Vhina Noviyanti, Muhammad Ibnu Idris
0 Shares

💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Masuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:

Memuat diskusi...

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Holopis UMKMIklan: Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--
YANG BARU