HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pemerintah terus mempercepat pembangunan SMA Unggul Garuda Baru sebagai bagian dari upaya mencetak generasi muda yang unggul di bidang sains dan teknologi.
Empat sekolah yang tengah dibangun ditargetkan sudah mulai digunakan untuk kegiatan belajar mengajar pada tahun ajaran baru 2026/2027.
Keempat sekolah tersebut berada di Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Bulungan, Kalimantan Utara. Seluruh proyek pembangunan disebut mengalami perkembangan yang melampaui target pemerintah.
“Saat ini pemerintah tengah membangun empat Sekolah Unggul Garuda Baru yang berlokasi di wilayah yang selama ini minim akses pendidikan unggul,” ujar Plt Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Kurnia Ramadhana, dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (24/6/2026).
Ia menambahkan progres pembangunan di seluruh lokasi menunjukkan hasil yang menggembirakan.
“Hingga 21 Juni 2026, progres pembangunan seluruh lokasi menunjukkan perkembangan yang sangat baik dan seluruhnya berada di atas target yang telah ditetapkan,” lanjutnya.
Rekrutmen Guru dan Kepala Sekolah Terus Dikebut
Selain pembangunan gedung sekolah, pemerintah juga mempercepat proses penyiapan sumber daya manusia agar operasional sekolah dapat berjalan sesuai jadwal.
Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), sebanyak 12 pimpinan sekolah telah direkrut. Jumlah tersebut terdiri atas tiga kepala sekolah, satu pelaksana tugas kepala sekolah, dan delapan wakil kepala sekolah.
Di sisi tenaga pendidik, sebanyak 42 guru ASN dan PPPK telah direkrut. Selain itu, terdapat 11 guru pendidikan agama yang saat ini masih menjalani proses mutasi atau penugasan dari instansi asal maupun Kemendiktisaintek.
Sementara kebutuhan tenaga kependidikan lainnya dipenuhi melalui penugasan dari perguruan tinggi serta pemerintah daerah. Untuk mendukung operasional tujuh SMA Unggul Garuda ke depan, pemerintah juga menyiapkan rekrutmen sekitar 459 CPNS guru dan tenaga kependidikan.
Kurnia optimistis seluruh persiapan dapat rampung sebelum tahun ajaran baru dimulai.
“Jika dilihat dari progres pembangunan fisik serta rekrutmen kepsek, wakepsek, serta GTK hingga Juni ini, keempat SMA Garuda Unggul Baru akan siap menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar pada tahun ajaran 2026/2027,” katanya.
Ribuan Pendaftar, Hanya 307 Siswa yang Berhasil Lolos
Pendaftaran peserta didik baru SMA Unggul Garuda telah dibuka sejak 5 Februari 2026. Seleksi dilakukan dengan mempertimbangkan tiga aspek utama, yakni nilai akademik dengan bobot 50 persen, latar belakang ekonomi sebesar 30 persen, dan asal geografis sebesar 20 persen.
Skema tersebut diterapkan untuk menghadirkan pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberikan kesempatan yang lebih merata bagi siswa dari berbagai daerah di Indonesia.
Antusiasme masyarakat terhadap program ini pun cukup tinggi. Sebanyak 3.935 calon siswa tercatat mengikuti seleksi tahap awal.
Dari jumlah tersebut, 1.632 peserta lolos seleksi tahap pertama, 640 peserta berhasil melaju ke tahap kedua, dan 320 peserta masuk ke tahap ketiga.
Pada akhirnya, hanya 307 siswa yang dinyatakan lolos sebagai peserta didik angkatan pertama SMA Unggul Garuda Baru.
“Akhirnya 307 siswa terbaik dinyatakan lolos sebagai peserta didik angkatan pertama Sekolah Unggul Garuda Baru tahun ajaran 2026/2027,” ujar Kurnia.

