Pakar Sebut Konyol Jika Jokowi Coba Bajak Kader PDIP: Sudah Dipecat, Harus Sadar Diri

5 Shares

JAKARTA – Direktur Eksekutif Political Public and Policy Studies (P3S), Jerry Massie, menilai anggapan bahwa Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) akan menarik atau membajak kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) merupakan hal yang sulit terjadi secara politik.

Menurut Jerry, kekuatan dan militansi kader PDIP masih sangat solid sehingga tidak mudah dipengaruhi oleh manuver politik dari luar partai.

“Saya kira salah besar jika Jokowi akan membajak kader-kader PDIP, dia lupa siapa dia dan bagaimana background-nya,” kata Jerry Massie dalam keterangannya, Rabu (17/6/2026).

Jerry menegaskan bahwa perjalanan politik Jokowi tidak bisa dilepaskan dari peran PDIP dan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, yang selama ini memberikan ruang politik hingga mengantarkan Jokowi menjadi Presiden Republik Indonesia.

“Dia ada karena peran Ketua Umum Megawati Soekarnoputri,” ujarnya.

Karena itu, Jerry menilai langkah Jokowi yang kerap berseberangan dengan PDIP dalam beberapa waktu terakhir justru berpotensi menjadi bumerang secara politik.

- Advertisement -

“Jokowi secara vulgar melakukan perang politik dengan PDIP dan ini kesalahan fatal, alasan utamanya kekuatan PDIP jauh masih dengan partai gurem PSI,” tegasnya.

Jerry Massie -
Direktur P3S, Jerry Massie.

Ia juga menyinggung posisi PSI yang menurutnya masih belum memiliki basis pemilih yang kuat dibandingkan PDIP yang telah memiliki jaringan dan akar massa hingga ke tingkat bawah.

“Survei pun tahun ini PSI hanya meraup 1,2 persen jauh dari ambang batas 4 persen,” ucap Jerry.

Lebih lanjut, Jerry menilai upaya menarik kader-kader PDIP ke PSI tidak akan mudah dilakukan karena loyalitas kader partai berlambang banteng moncong putih tersebut sudah terbangun dalam waktu yang panjang.

“Saya pikir Jokowi akan bermain politik uang dan sembako tapi ingat militansi pemilih PDIP sulit digoyahkan dan PSI tak punya basis pemilih tetap,” katanya.

Jerry juga mengingatkan bahwa Jokowi saat ini bukan lagi bagian dari PDIP setelah sebelumnya diberhentikan dari keanggotaan partai. Karena itu, ia meminta Jokowi lebih fokus membangun PSI dibandingkan mencoba memengaruhi kader partai lain.

“Jokowi kan sudah dipecat PDIP dan fokus saja di PSI dengan mengedepankan politik etis bukan praktis,” ujarnya.

Ia bahkan mengimbau agar tidak ada upaya untuk memengaruhi kader-kader PDIP agar berpindah ke partai lain.

“Jangan mau meracuni kader PDIP dengan membajak kader-kadernya,” tegas Jerry.

Menurutnya, peluang kader PDIP untuk meninggalkan partai dan bergabung ke PSI sangat kecil mengingat soliditas internal partai masih terjaga.

“Akan sulit kader PDIP menyebrang ke partai gurem PSI. Jokowi sudah tak punya power,” katanya.

Di akhir pernyataannya, Jerry menyebut manuver politik yang berpotensi mengganggu soliditas PDIP dapat dipersepsikan sebagai bentuk pengkhianatan terhadap partai yang telah membesarkan nama Jokowi di panggung politik nasional.

“Saya kira ini penghianatan Jokowi pada Megawati dan Jokowi lupa dia bermain api dengan partai raksasa,” pungkasnya.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Muhammad Ibnu Idris
Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :
Apresiasi untuk Muhammad Ibnu Idris

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya dan artikel berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO, & ShopeePay.

Berita Lainnya

YANG BARU