HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kemacetan masih menjadi pemandangan sehari-hari di banyak kota besar Indonesia. Seiring bertambahnya jumlah penduduk dan mobilitas masyarakat, jumlah kendaraan bermotor di Tanah Air juga terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.
Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan jumlah kendaraan bermotor di Indonesia hingga 2025 telah mencapai 172.938.093 unit. Angka tersebut mencakup mobil penumpang, bus, truk, dan sepeda motor yang tersebar di seluruh provinsi.
Berdasarkan publikasi “Jumlah Kendaraan Bermotor Menurut Provinsi dan Jenis Kendaraan (unit), 2025”, sepeda motor masih menjadi kendaraan yang paling mendominasi jalanan Indonesia. Jumlahnya jauh melampaui kendaraan roda empat maupun kendaraan niaga.
Menariknya, Jakarta yang selama ini identik dengan kemacetan ternyata bukan wilayah dengan jumlah kendaraan terbanyak. Posisi teratas justru ditempati oleh Jawa Barat.
Daftar Provinsi dengan Kendaraan Terbanyak di Indonesia
1. Jawa Barat
Total kendaraan: 28.057.560 unit
Rinciannya:
- Mobil penumpang: 2.980.773 unit
- Bus: 36.679 unit
- Truk: 779.518 unit
- Sepeda motor: 24.260.590 unit
2. Jawa Timur
Total kendaraan: 26.699.475 unit
Rinciannya:
- Mobil penumpang: 5.588.804 unit
- Bus: 48.012 unit
- Truk: 816.582 unit
- Sepeda motor: 20.246.077 unit
3. Jawa Tengah
Total kendaraan: 22.320.623 unit
Rinciannya:
- Mobil penumpang: 1.741.611 unit
- Bus: 39.734 unit
- Truk: 700.639 unit
- Sepeda motor: 19.838.639 unit
4. DKI Jakarta
Total kendaraan: 12.279.058 unit
Rinciannya:
- Mobil penumpang: 2.336.960 unit
- Bus: 37.981 unit
- Truk: 527.841 unit
- Sepeda motor: 9.376.276 unit
Pertumbuhan Kendaraan Terus Meningkat
Dalam laporan Statistik Transportasi Darat BPS, jumlah kendaraan bermotor pada periode 2020-2024 tumbuh rata-rata 5,16 persen setiap tahun. Seluruh jenis kendaraan mengalami kenaikan secara konsisten.
Mobil penumpang menjadi kategori dengan pertumbuhan tertinggi, yakni sekitar 6,66 persen per tahun. Di bawahnya terdapat bus yang tumbuh 5,96 persen per tahun, mobil barang atau truk 5,42 persen per tahun, serta sepeda motor sebesar 4,93 persen per tahun.
Peningkatan jumlah kendaraan ini menunjukkan tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat. Namun di sisi lain, pertumbuhan tersebut juga menjadi tantangan bagi pemerintah dalam menyediakan infrastruktur transportasi yang memadai serta mengurangi kepadatan lalu lintas di berbagai daerah.


