HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kota Bengkulu bersiap menyambut kemeriahan budaya tahunan yang unik lewat gelaran Festival Tabut yang dijadwalkan berlangsung pada tanggal 16 hingga 25 Juni 2026 mendatang di Lapangan Sport Centre.
Perhelatan adat yang kental dengan nilai sejarah ini kembali terpilih masuk dalam program unggulan Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 yang digagas oleh Kementerian Pariwisata.
Festival Tabut sendiri merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Bengkulu yang digelar khusus untuk menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram sekaligus memperingati kisah heroik sejarah Islam.
Keunikan festival ini terletak pada latar belakangnya yang mengolaborasikan budaya lokal dengan tradisi mengenang wafatnya cucu Nabi Muhammad SAW, Imam Husein bin Ali, di Padang Karbala pada abad ke-7 silam.
Sejarah mencatat bahwa ritual sakral ini pertama kali dibawa ke tanah Bengkulu oleh para pekerja keturunan India yang berimigrasi pada masa kolonial Inggris abad ke-19.
Seiring berjalannya waktu, tradisi bernuansa syiar tersebut mengalami proses akulturasi yang indah dengan adat istiadat lokal hingga kini menjadi identitas kultural masyarakat Bengkulu yang sangat kuat.
Selama sepuluh hari penuh, warga dan wisatawan akan disuguhkan prosesi sakral yang dimulai dari ritual pengambilan tanah suci, doa bersama, hingga arak-arakan benda pusaka adat.
Puncak ritual adat ini ditandai dengan bersandingnya bangunan Tabut raksasa di pusat acara sebelum akhirnya dibuang bersama ke laut sebagai simbol pelepasan kemalangan.
Suasana festival dipastikan kian semarak dengan gemuruh alat musik perkusi tradisional Dhol yang gaung ritmisnya kini telah dikenal luas hingga ke berbagai belahan dunia.
Keunikan visual festival juga diperkuat oleh pementasan Tari Kreasi Tabut serta permainan rakyat tradisional yang ikonik seperti pertunjukan Ikan-Ikan dan Telong-Telong.
Selain menyajikan prosesi sakral, ajang tahun ini dirancang inklusif dengan menghadirkan ruang kreatif ramah anak dan disabilitas melalui pameran kuliner lokal, dongeng rakyat, hingga peragaan busana.
Plt. Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan Kementerian Pariwisata, Hafiz Agung Rifai, menegaskan bahwa pencapaian festival ini sangat luar biasa karena konsisten menjaga mutunya.
“Penyelenggaraan tahun ini menjadi tahun keenam Festival Tabut masuk dalam program unggulan Kementerian Pariwisata, Karisma Event Nusantara. Hal ini menunjukkan keberhasilan Festival Tabut dalam mempertahankan bahkan meningkatkan kualitas penyelenggaraan event dari tahun ke tahun,” ujar Hafiz.
Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi erat antara pelestarian adat dan keterlibatan aktif masyarakat lokal menjadi kunci utama daya tarik wisata Bengkulu di mata dunia.
Melalui perpaduan nilai sejarah spiritual dan festival modern, gelaran ini diharapkan mampu menggerakkan roda ekonomi daerah sekaligus mengenalkan keunikan budaya Bengkulu ke kancah global.


