HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kasus viral netizen yang tetap datang ke konser meski mengaku sedang terkena campak membuat banyak orang kembali membahas bahaya penyakit tersebut. Campak memang sering dianggap penyakit biasa karena identik dengan demam dan ruam merah di tubuh.
Namun sebenarnya, penyakit ini termasuk salah satu infeksi dengan tingkat penularan sangat tinggi, terutama jika penderitanya berada di tengah keramaian seperti konser, transportasi umum, pusat perbelanjaan, atau acara besar lainnya.
Karena itu, beberapa tenaga kesehatan mengingatkan seseorang yang sedang mengalami gejala campak sebaiknya membatasi aktivitas di luar rumah untuk sementara waktu agar tidak menularkan virus ke orang lain.
1. Campak Bisa Menular Lewat Udara
Virus campak dapat menyebar melalui percikan air liur atau droplet saat penderita batuk, bersin, hingga berbicara. Bahkan dalam beberapa kasus, virus tersebut bisa bertahan di udara selama beberapa waktu di ruangan tertutup. Hal inilah yang membuat campak sangat mudah menyebar, terutama di tempat padat dengan sirkulasi udara kurang baik.
Karena itu, seseorang yang sedang sakit campak tetap bisa menularkan virus meski hanya berada di dekat orang lain tanpa kontak fisik langsung.
2. Satu Orang Bisa Menularkan ke Banyak Orang
Campak dikenal sebagai salah satu penyakit dengan daya tular tertinggi. Dokter menyebut satu penderita campak dapat menularkan virus kepada sekitar 12 hingga 18 orang lain di sekitarnya apabila mereka belum memiliki kekebalan tubuh yang cukup.
Risiko penularan tentu menjadi lebih besar jika penderita berada di lokasi dengan ribuan orang berkumpul dalam satu area, seperti konser musik atau acara festival.
3. Penularan Bisa Terjadi Sebelum Ruam Muncul
Banyak orang mengira campak baru menular setelah muncul ruam merah di tubuh. Padahal, masa penularan justru bisa dimulai beberapa hari sebelum ruam terlihat. Karena itu, seseorang terkadang tidak sadar dirinya sudah menyebarkan virus ke orang lain.
Dokter menjelaskan puncak penularan campak biasanya terjadi sejak empat hari sebelum ruam muncul hingga empat hari setelah ruam pertama terlihat.
4. Tidak Hanya Anak-Anak yang Bisa Terkena
Meski lebih sering dikaitkan dengan anak-anak, campak juga dapat menyerang remaja hingga orang dewasa. Pada beberapa kasus, gejalanya bahkan bisa terasa lebih berat jika daya tahan tubuh sedang menurun atau belum memiliki vaksinasi lengkap.
Gejala campak biasanya meliputi demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, tubuh lemas, hingga muncul ruam kemerahan yang menyebar di kulit.
5. Pentingnya Kesadaran Saat Sedang Sakit
Dokter mengingatkan bahwa menjaga kesehatan bersama juga membutuhkan kesadaran pribadi. Ketika sedang mengalami penyakit menular, terutama yang mudah menyebar melalui udara, seseorang sebaiknya beristirahat di rumah dan menghindari keramaian terlebih dahulu.
Selain membantu proses pemulihan tubuh, langkah tersebut juga penting untuk mencegah penyebaran penyakit ke orang lain, termasuk anak-anak, lansia, hingga ibu hamil yang lebih rentan mengalami komplikasi.

