JAKARTA, HOLOPIS.COM – Tak banyak yang tahu, Kepala BGN baru Nanik S Deyang mengawali karier sebagai jurnalis senior.
Pergantian pucuk pimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi perhatian publik setelah Presiden Prabowo Subianto resmi menunjuk Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala BGN yang baru menggantikan Dadan Hindayana.
Di tengah sorotan terhadap pergantian mendadak tersebut, tidak banyak yang mengetahui bahwa sosok Nanik bukan berasal dari kalangan birokrat ataupun akademisi.
Sebelum aktif di dunia politik dan pemerintahan, perempuan kelahiran Madiun, Jawa Timur, itu merupakan jurnalis senior yang telah meniti karier panjang di industri media nasional.
Pengangkatan Nanik diumumkan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (2/6/2026).
“Untuk selanjutnya Bapak Presiden memutuskan untuk mengangkat saudari Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional yang baru,” kata Prasetyo.
Pergantian tersebut sekaligus mengakhiri kepemimpinan Dadan Hindayana yang selama ini dikenal sebagai figur utama di balik pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program prioritas pemerintahan Prabowo.
Namun di balik jabatan strategis yang kini diembannya, perjalanan karier Nanik ternyata dimulai dari ruang redaksi.
Awal Karier
Nanik memulai karier jurnalistiknya di Tabloid Bangkit yang berada di bawah kelompok media Kompas Gramedia.
Di sana, ia mengasah kemampuan peliputan, penulisan berita, hingga membangun jaringan luas di berbagai sektor.
Pengalaman sebagai wartawan membentuk karakter Nanik yang dikenal kritis, tegas, dan memiliki perhatian besar terhadap isu-isu sosial serta tata kelola pemerintahan.
Setelah berkarier sebagai reporter, Nanik tidak berhenti sebagai pekerja media. Ia kemudian membangun jaringan bisnis medianya sendiri melalui Kelompok Media Peluang (KMP).
Di bawah kepemimpinannya, lahir sejumlah media cetak yang cukup dikenal pada masanya, antara lain Tabloid Femme, Tabloid Info Kecantikan, Tabloid Info Kuliner, Tabloid Peluang Usaha, hingga Tabloid The Politic.
Dalam kelompok usaha tersebut, Nanik menjabat sebagai Pemimpin Umum sekaligus Direktur Utama.
Posisi itu membuatnya tidak hanya memahami dunia jurnalistik dari sisi editorial, tetapi juga manajemen bisnis media.
Banyak wartawan muda yang lahir dan berkembang melalui media-media yang dibangunnya.
Rekan-rekan yang pernah bekerja bersamanya mengenal Nanik sebagai sosok pekerja keras yang memiliki standar tinggi dalam menjalankan organisasi media.
Dekat Dunia Politik
Perjalanan karier Nanik kemudian berkembang ke dunia politik nasional. Namanya mulai dikenal luas ketika bergabung dalam barisan pendukung Prabowo Subianto.
Pada Pemilihan Presiden 2014, Nanik sudah berada di lingkaran pendukung Prabowo. Loyalitasnya berlanjut pada Pilpres 2019 saat Prabowo berpasangan dengan Sandiaga Uno.
Kala itu, Nanik dipercaya menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Koalisi Adil Makmur yang mengusung pasangan Prabowo-Sandi.
Meski pasangan tersebut belum berhasil memenangkan kontestasi politik saat itu, kedekatan dan kepercayaan yang dibangun Nanik dengan Prabowo tetap terjaga.
Setelah Prabowo memenangkan Pilpres 2024, karier Nanik di pemerintahan mulai menanjak.
Ia dipercaya menjadi Wakil I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) periode 2024-2029.
Dalam posisi tersebut, Nanik terlibat dalam berbagai program pemerintah yang berfokus pada pengurangan angka kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Masuk Jajaran BUMN
Kepercayaan pemerintah terhadap Nanik semakin terlihat ketika ia ditunjuk sebagai Komisaris Independen PT Pertamina (Persero) pada Juni 2025.
Penunjukan itu menjadi salah satu tonggak penting dalam kariernya karena menempatkannya di salah satu perusahaan energi terbesar di Indonesia.
Tak lama berselang, pada 17 September 2025, Presiden Prabowo kembali memberikan amanah baru dengan mengangkat Nanik sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional.
Saat itu, ia membidangi Komunikasi Publik dan Investigasi.
Posisi tersebut membuat Nanik terlibat langsung dalam pengawasan serta komunikasi berbagai program strategis BGN, termasuk Program Makan Bergizi Gratis.
Pengalaman selama hampir satu tahun di BGN dinilai menjadi modal penting sebelum akhirnya dipercaya menduduki posisi tertinggi di lembaga tersebut.
Tantangan Besar
Sebagai Kepala BGN yang baru, Nanik akan menghadapi tantangan besar dalam menjaga keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu program unggulan pemerintahan Prabowo.
Program tersebut menyasar jutaan penerima manfaat mulai dari siswa sekolah, balita, ibu hamil hingga kelompok rentan lainnya di berbagai daerah.
Selain memastikan distribusi berjalan efektif, BGN juga dituntut menjaga kualitas makanan, akuntabilitas anggaran, serta memperluas jangkauan layanan secara bertahap.
Latar belakang Nanik yang kuat di bidang komunikasi publik diyakini menjadi salah satu pertimbangan penting Presiden dalam menunjuknya memimpin lembaga tersebut.
Kemampuannya membangun komunikasi lintas sektor, mengelola organisasi besar, hingga memahami dinamika masyarakat dianggap dapat membantu memperkuat implementasi program-program gizi nasional.
Pengangkatan Nanik sekaligus mempertegas posisinya sebagai salah satu figur yang mendapatkan kepercayaan besar dari Presiden Prabowo.
Perjalanan kariernya yang membentang dari dunia jurnalistik, bisnis media, politik, hingga pemerintahan menunjukkan rekam jejak yang tidak biasa.
Dari seorang wartawan yang memulai karier di ruang redaksi, Nanik kini berada di garis depan salah satu lembaga strategis pemerintah yang mengemban misi meningkatkan kualitas gizi masyarakat Indonesia.
Di tengah berbagai tantangan yang menanti, publik kini akan menyoroti bagaimana mantan jurnalis senior tersebut menerjemahkan pengalaman panjangnya untuk mengawal agenda pembangunan sumber daya manusia melalui Badan Gizi Nasional.

