SERDANG BEDAGAI, Holopis.com – Detik-detik kecelakaan di Tol Medan-Tebing Tinggi saat pipa besi berserakan di jalan. Honda CR-V ringsek parah, dua warga Lampung mengalami luka berat.
Kecelakaan beruntun yang melibatkan truk trailer, truk tronton, dan sebuah mobil Honda CR-V terjadi di ruas Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi (MKTT), Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Minggu (31/5/2026).
Insiden mengerikan tersebut menyebabkan dua warga asal Lampung mengalami luka berat setelah mobil yang mereka tumpangi menghantam pipa besi yang berserakan di tengah jalan tol.
Peristiwa yang terjadi di KM 52.400 A itu bermula saat sebuah truk trailer bermuatan pipa besi baja melaju dari arah Medan menuju Tebing Tinggi.
Namun dalam perjalanan, truk bernomor polisi BK 8297 XI diduga tidak menjaga jarak aman sehingga menabrak bagian belakang truk tronton bernomor polisi T 9062 DG yang berada di depannya.
Benturan keras membuat muatan pipa besi baja yang dibawa trailer terlepas dari bak kendaraan.
Puluhan pipa berukuran besar kemudian berserakan dan melintang di badan jalan tol, menciptakan situasi berbahaya bagi kendaraan lain yang melintas.
Tak lama setelah kecelakaan pertama terjadi, sebuah Honda CR-V bernomor polisi BK 1604 HH datang dari arah yang sama.
Pengemudi diduga tidak memiliki cukup waktu untuk menghindari material pipa yang telah memenuhi sebagian ruas jalan.
Akibat jarak yang terlalu dekat, mobil sport utility vehicle (SUV) tersebut langsung menghantam pipa-pipa besi yang berada di jalur kendaraan.
Benturan keras tak terhindarkan dan membuat kendaraan kehilangan kendali.
Mobil kemudian terpental ke arah pembatas jalan beton di sisi kanan dan kiri tol.
Bagian depan kendaraan mengalami kerusakan parah hingga ringsek. Sejumlah bagian bodi mobil juga rusak akibat benturan beruntun yang terjadi dalam hitungan detik.
Kondisi di lokasi kejadian sempat menegangkan.
Material pipa besi yang berserakan membuat arus lalu lintas di ruas tol tersebut terganggu.
Pengendara lain yang melintas terpaksa mengurangi kecepatan untuk menghindari kecelakaan susulan.
Kasat PJR Polda Sumatera Utara AKBP Dhery Fajariandono mengatakan dua orang yang berada di dalam Honda CR-V menjadi korban paling serius dalam kecelakaan tersebut.
Korban diketahui bernama Riyan Aditya Prayoga dan Hamat Baharudin. Keduanya merupakan warga Provinsi Lampung yang sedang melakukan perjalanan melintasi Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi saat insiden terjadi.
“Pengemudi dan penumpang minibus CRV atas nama Riyan Aditya Prayoga dan Hamat Baharudin mengalami luka berat akibat insiden tersebut. Keduanya langsung dilarikan ke Rumah Sakit Sari Mutiara Lubukpakam untuk mendapatkan penanganan medis,” kata Dhery.
Petugas kepolisian bersama tim jalan tol segera bergerak menuju lokasi setelah menerima laporan kecelakaan.
Prioritas utama petugas adalah mengevakuasi korban dan memastikan tidak terjadi kecelakaan lanjutan akibat material pipa yang masih berada di badan jalan.
Sejumlah personel Satlantas Polres Serdang Bedagai diterjunkan untuk mengatur arus lalu lintas.
Petugas juga melakukan pembersihan terhadap pipa-pipa besi yang berserakan agar jalur tol kembali aman dilalui kendaraan.
Proses evakuasi berlangsung cukup lama karena ukuran pipa besi yang besar dan berat.
Kendaraan yang terlibat kecelakaan juga harus dipindahkan menggunakan alat khusus agar tidak menghambat arus lalu lintas.
Menurut Dhery, seluruh kendaraan yang terlibat kini telah dievakuasi dari lokasi kejadian.
Polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara guna mengumpulkan bukti dan keterangan terkait penyebab kecelakaan.
“Ketiga kendaraan yang terlibat kecelakaan saat ini sudah berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian guna kepentingan penanganan kasus lebih lanjut,” ujarnya.
Hingga saat ini, penyidik masih mendalami penyebab pasti kecelakaan.
Dugaan sementara mengarah pada faktor kelalaian pengemudi truk trailer yang tidak memperhatikan kondisi lalu lintas di depannya sehingga menabrak truk tronton.
Polisi juga akan memeriksa kondisi kendaraan, kelengkapan dokumen, hingga aspek teknis pengangkutan muatan pipa besi untuk memastikan apakah terdapat pelanggaran prosedur keselamatan transportasi.
Insiden ini kembali menjadi pengingat pentingnya menjaga jarak aman saat berkendara di jalan tol, terutama bagi kendaraan berat yang membawa muatan berisiko tinggi.
Muatan yang tidak terikat dengan baik berpotensi menimbulkan kecelakaan fatal dan membahayakan pengguna jalan lainnya.
Kecelakaan di Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi tersebut menjadi salah satu insiden lalu lintas paling serius yang terjadi di Sumatera Utara dalam beberapa waktu terakhir.
Selain menyebabkan kerugian material yang besar, kecelakaan juga mengakibatkan dua orang mengalami luka berat dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Sementara itu, kondisi terbaru kedua korban masih dalam penanganan tim medis.
Pihak keluarga juga telah dihubungi untuk mendapatkan informasi mengenai perkembangan kesehatan korban.
Kasus kecelakaan maut ini kini ditangani Satlantas Polres Serdang Bedagai.
Polisi mengimbau seluruh pengguna jalan, khususnya pengemudi kendaraan berat, untuk selalu mengutamakan keselamatan dan memastikan muatan terpasang dengan aman sebelum melakukan perjalanan.


