JAKARTA, Holopis.com –Pemerintah resmi merilis jadwal kepulangan jemaah haji 2026 yang dimulai setelah Hari Tasyrik dengan pembagian Gelombang I dan II.
Kabar penting datang bagi keluarga jemaah haji Indonesia.
Pemerintah akhirnya merilis jadwal resmi kepulangan jemaah haji 2026 yang akan dimulai tak lama setelah seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci selesai, termasuk fase Hari Tasyrik yang menjadi penutup puncak ibadah haji di Mina.
Momen kepulangan ini diprediksi akan menjadi salah satu fase paling emosional, karena jutaan jemaah akan segera kembali ke Tanah Air setelah menuntaskan ibadah panjang di Makkah dan Madinah.
Berdasarkan jadwal resmi, pemulangan jemaah haji Indonesia tahun 1447 H/2026 M akan dimulai setelah seluruh rangkaian utama ibadah haji selesai, termasuk lontar jumrah dan tawaf wada.
Untuk jemaah yang mengambil nafar tsani, rangkaian ibadah di Mina berakhir pada 13 Zulhijah 1447 H atau sekitar 30 Mei 2026. Setelah itu, proses kepulangan mulai dilakukan secara bertahap.
Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah RI menyebutkan bahwa pemulangan dilakukan dalam dua gelombang besar yang berlangsung hingga akhir Juni 2026
Jemaah haji gelombang pertama akan dipulangkan melalui Bandara Internasional King Abdulaziz (KAIA) Jeddah menuju Indonesia.
Beberapa jadwal penting gelombang I antara lain:
1 Juni 2026: awal pemulangan jemaah dari Makkah ke Indonesia
15 Juni 2026: akhir pemulangan gelombang I dari Jeddah
Gelombang ini juga menjadi awal kedatangan jemaah di Tanah Air, yang diprediksi akan disambut haru oleh keluarga di berbagai daerah.
Berbeda dengan gelombang pertama, jemaah gelombang kedua akan lebih dulu bergerak ke Madinah untuk melaksanakan ibadah tambahan seperti arbain dan ziarah.
Setelah itu, mereka baru dipulangkan melalui Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah menuju Indonesia.
Jadwal penting gelombang II:
7 Juni 2026: awal pergerakan ke Madinah
16 Juni 2026: awal pemulangan dari Madinah
30 Juni 2026: akhir kepulangan gelombang II
Dengan skema tersebut, seluruh proses pemulangan jemaah haji Indonesia 2026 dipastikan rampung pada 1 Juli 2026.
Artinya, operasional haji tahun tersebut resmi ditutup setelah seluruh kloter kembali ke Tanah Air.
Pembagian gelombang I dan II ini bukan tanpa alasan.
Sistem ini diterapkan untuk mengatur arus jutaan jemaah agar lebih tertib, mengurangi kepadatan di bandara, sekaligus menjaga kenyamanan selama proses kepulangan.
Gelombang pertama fokus jalur Jeddah, sementara gelombang kedua melalui Madinah setelah rangkaian ibadah tambahan selesai.
Tak bisa dipungkiri, kepulangan jemaah haji selalu jadi momen penuh haru.
Setelah berminggu-minggu beribadah di Tanah Suci, akhirnya para tamu Allah kembali ke rumah masing-masing membawa doa, pengalaman spiritual, dan harapan baru.
Kini, publik pun mulai menanti momen kedatangan kloter pertama yang akan menjadi penanda dimulainya kepulangan besar-besaran jemaah haji Indonesia 2026.


