HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kekhawatiran muncul terkait ancaman kartel narkoba di Meksiko terhadap kelancaran Piala Dunia 2026. Ulah kartel narkoba yang kerap melakukan kekerasan jadi sorotan negara peserta.
Meksiko beberapa Waktu lalu jadi sorotan usai tewasnya bos kartel Jalisco New Generation Cartel (CJNG), Nemesio “El Mencho” Oseguera Cervantes. Kematian El Mencho saat itu sempat menghebohkan keamanan Meksiko karena anak buahnya marah melakukan balas dendam.
Kerusuhan massal ketika itu sempat terjadi di berbagai wilayah Meksiko. Bentrokan berdarah, pembakaran kendaraan, hingga aksi kekerasan bersenjata dilaporkan menewaskan sedikitnya 70 orang.
Namun, FIFA memastikan turnamen Piala Dunia 2026 tetap berjalan aman. Saat insiden kerusuhan, negara bagian Jalisco jadi salah satu wilayah paling terdampak. Padahal, kawasan itu juga bakal jadi venue penting penyelenggaraan Piala Dunia 2026.
Presiden FIFA Gianni Infantino menegaskan pihaknya tetap percaya penuh kepada pemerintah Meksiko. Kata dia, setiap venue tak perlu ada yang dipindahkan.
“Kami sepenuhnya percaya pada pihak berwenang di Meksiko, pada Presiden Claudia Sheinbaum dan timnya. Kami sepenuhnya mendukung mereka, karena kita hidup di dunia di mana segala sesuatu terjadi,” ujar Infantino, dikutip pada Kamis, (28/5/2026).
Dia menuturkan setiap insiden baik atau buruk pasti terjadi selama di dunia.
“Kita tidak hidup di bulan, kita hidup di sini. Kita perlu menghadapinya, kita perlu mengatasinya,” tutur Infantino.
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum juga sudah meredam kekhawatiran dunia internasional. Ia memastikan pemerintah memberikan “every guarantee” agar Piala Dunia tetap aman digelar dan menegaskan tidak ada ancaman bagi suporter sepak bola yang datang ke Meksiko.
Namun, sejumlah pihak pernah memperlihatkan kekhatiran terhadap ancaman kartel narkoba.
Federasi Sepak Bola Jamaika pernah khawatir jelang laga playoff lawan Republik Kongo di Meksiko pada akhir Maret.
Kekhawatiran serupa juga muncul dari warga lokal di Guadalajara. Seorang warga bernama Hugo Alejandro Pérez mempertanyakan keputusan tetap menggelar Piala Dunia di tengah situasi keamanan yang belum stabil.
Dia menuturkan mestinya Piala Dunia 2026 tak digelar di Meksiko.
“Kita punya begitu banyak masalah, dan mereka ingin berinvestasi di Piala Dunia? Dengan semua kekerasan yang ada, itu bukan ide yang bagus,” tutur Perez.
Situasi ini buat isu keamanan menjadi salah satu sorotan terbesar menjelang Piala Dunia 2026. Di satu sisi, FIFA dan pemerintah Meksiko berupaya meyakinkan dunia bahwa turnamen akan berlangsung aman.
Namun di sisi lain, kekerasan kartel yang terus memanas mulai memicu keraguan dari federasi sepak bola, suporter, hingga masyarakat lokal sendiri.


