HOLOPIS.COM, JAKARTA – Arab Saudi kembali menegaskan posisinya terkait isu Palestina tidak berubah di tengah dorongan normalisasi hubungan dengan Israel. Seorang sumber Arab Saudi mengatakan kepada Al Arabiya TV pada Senin (25/5) bahwa pembentukan negara Palestina tetap menjadi syarat utama.
“Kami memerlukan jalur yang tidak dapat dibatalkan menuju negara Palestina,” ujar sumber tersebut, dikutip Holopis.com, Selasa (26/5).
Pernyataan itu muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mendesak negara-negara mayoritas Muslim dan negara-negara kawasan untuk menormalisasi hubungan dengan Israel melalui Perjanjian Abraham atau Abraham Accords.
Dalam unggahan di media sosial, Trump menyebut sejumlah pemimpin negara telah membahas upaya mengakhiri konflik dengan Iran. Ia juga mendorong negara-negara tersebut untuk bergabung dalam perjanjian normalisasi hubungan dengan Israel.
Perjanjian Abraham sendiri merupakan kesepakatan yang dimediasi AS pada 2020 saat masa jabatan pertama Trump sebagai presiden. Kesepakatan itu membuat beberapa negara Arab membuka hubungan diplomatik dengan Israel.
Namun hingga kini, Arab Saudi berulang kali menegaskan tidak akan mengikuti langkah tersebut tanpa adanya pembentukan negara Palestina yang merdeka.


