BANDA ACEH – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai melalui Kantor Wilayah DJBC Aceh meluncurkan buku digital (e-book) Komoditas Ekspor dan Impor Aceh beserta infografis komoditas unggulan sebagai upaya memperkuat transparansi data ekonomi daerah.
Peluncuran tersebut menjadi bagian dari komitmen Kanwil DJBC Aceh dalam menghadirkan data kepabeanan yang akurat, mudah diakses, dan dapat dimanfaatkan oleh berbagai kalangan mulai dari pemerintah, pelaku usaha, akademisi, hingga masyarakat umum.
Kepala Kantor Wilayah DJBC Aceh, Muhammad Rizki Baidillah mengatakan pihaknya ingin memastikan data perdagangan luar negeri Aceh dapat tersaji secara terbuka dan mudah dipahami publik.
Menurutnya, masyarakat berhak mengetahui potensi ekonomi daerah melalui data ekspor dan impor yang valid dan siap digunakan sebagai referensi pengambilan kebijakan.
“Masyarakat berhak mengetahui secara jelas komoditas yang menjadi potensi ekspor dan impor di wilayahnya. Karena itu kami menghadirkan instrumen data ini sebagai alat bantu untuk melihat kondisi riil perekonomian daerah,” ujar Rizki, Senin (18/5/2026).
Ia menjelaskan, data yang disusun dalam e-book tersebut telah memenuhi kriteria siap pakai atau readiness criteria sehingga dapat menjadi rujukan ekonomi regional yang kredibel dan transparan.
Berdasarkan data perdagangan luar negeri Aceh sepanjang tahun 2025, sektor energi dan pertambangan masih menjadi kontributor terbesar ekspor daerah dengan porsi mencapai 66,98 persen.
Sementara pada sektor impor, komoditas strategis masih didominasi Propana dan Butana dengan kontribusi sebesar 92,12 persen.
Data tersebut sekaligus menunjukkan posisi strategis Aceh sebagai salah satu pusat distribusi energi untuk wilayah Sumatera bagian utara.
Selain disajikan dalam bentuk buku digital, informasi perdagangan itu juga dikemas dalam format infografis interaktif agar lebih mudah dipahami masyarakat.
Kanwil DJBC Aceh berharap penyajian data dalam format visual tersebut dapat membantu publik memperoleh informasi ekonomi secara cepat tanpa harus melalui proses birokrasi yang rumit.
E-book Komoditas Ekspor dan Impor Aceh beserta infografis komoditas kini dapat diakses secara terbuka melalui laman resmi PPID Kanwil Bea Cukai Aceh oleh instansi pemerintah, pelaku usaha, mahasiswa, akademisi, maupun masyarakat umum.
Melalui langkah tersebut, Kanwil DJBC Aceh menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat tata kelola birokrasi yang transparan dan profesional menuju predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) tahun 2026.


