JAKARTA, HOLOPIS.COM – Jemaah haji Indonesia dipastikan mendapat 15 menu khas Nusantara saat puncak ibadah Idul Adha di Makkah, lengkap dengan rendang hingga telur.
Kabar menggembirakan datang untuk jutaan jemaah haji Indonesia di Tanah Suci.
Menjelang puncak ibadah haji 1447 H/2026 M, pemerintah memastikan layanan konsumsi berjalan aman, lancar, dan bikin kangen rumah banget.
Bahkan, jemaah bakal disuguhi 15 porsi makanan siap santap dengan cita rasa khas Nusantara selama masa krusial ibadah di Makkah.
Kementerian Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah menegaskan seluruh logistik makanan sudah disiapkan matang agar jemaah tetap bertenaga saat menjalani rangkaian ibadah di Tanah Suci Makkah.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji, Jaenal Effendi, menyebut distribusi makanan akan dilakukan dari dapur-dapur di Makkah ke seluruh hotel jemaah Indonesia.
Menariknya, menu yang disiapkan tetap mempertahankan cita rasa khas Nusantara.
Bahkan, sejumlah menu andalan seperti rendang hingga olahan telur dipastikan masuk dalam rotasi konsumsi jemaah.
Namun, daftar 15 menu secara resmi tidak dirilis detail satu per satu ke publik.
Pemerintah hanya memberikan gambaran umum bahwa paket konsumsi merupakan kombinasi makanan khas Indonesia yang disusun dalam sistem rotasi.
Meski begitu, berdasarkan pola penyajian katering haji Indonesia, berikut gambaran menu yang kemungkinan besar menjadi bagian dari 15 kali jatah makan tersebut :
- Rendang daging sapi
- Ayam balado
- Ayam opor
- Ayam kecap
- Semur daging
- Telur balado
- Telur kecap
- Telur dadar bumbu
- Ikan bumbu kuning
- Ikan balado
- Tempe orek
- Sayur lodeh
- Capcay ala Indonesia
- Nasi putih dengan lauk kering variatif
- Menu kombinasi rice box khas Indonesia
Kombinasi ini dirancang agar tetap memenuhi kebutuhan gizi jemaah, mudah didistribusikan, dan cocok dengan selera mayoritas jemaah Indonesia.
Kementerian memastikan jemaah akan menerima 15 porsi makanan siap santap (ready to eat) selama periode puncak ibadah haji, termasuk saat mobilitas tinggi menuju Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina).
Distribusi makanan dijadwalkan mulai berjalan pada:
- 23 Mei 2026 (6 Dzulhijjah): Makanan mulai disalurkan ke hotel jemaah
- 24–25 Mei 2026 (7–8 Dzulhijjah): Pasokan dari dapur Makkah aktif
- 25–30 Mei 2026 (8–13 Dzulhijjah): Jemaah berada di Armuzna, konsumsi dialihkan ke pihak syarikah
- 30 Mei 2026: Jemaah kembali ke hotel dan layanan konsumsi kembali normal
Menurut Kementerian Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah, skema ini dibuat agar jemaah tetap mendapat asupan makanan tepat waktu tanpa mengganggu kekhusyukan ibadah.
Salah satu kunci sukses layanan konsumsi ini adalah keterlibatan langsung juru masak asal Indonesia di dapur-dapur Makkah.
Dengan begitu, rasa makanan tetap autentik dan sesuai selera jemaah.
Selain itu, pemerintah juga mengontrol ketat bahan baku, porsi (gramasi), hingga ketepatan waktu distribusi.
Tiga indikator utama yang jadi fokus adalah cita rasa khas Indonesia, porsi bergizi, serta ketepatan waktu pengiriman ke hotel.
Sebagai tahun pertama penyelenggaraan ibadah haji di bawah koordinasi penuh Kementerian Haji dan Umrah, pemerintah menegaskan akan terus melakukan evaluasi dan pengawasan ketat di lapangan agar layanan berjalan optimal.


