HOLOPIS.COM, JAKARTA – KSAL (Kepala Staf Angkatan Laut) Laksamana Muhammad Ali mendorong tercapainya karakter calon perwira muda TNI AL yang berjiwa patriotik dan profesional.
Hal itu ditekankan Muhammad Ali saat memberikan pengarahan fundamental kepada 707 Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) di Bumi Moro, Surabaya, Jawa Timur.
Pembekalan yang mengangkat tema ‘Disiplin Adalah Kehormatan: Taruna AAL Tanpa Kekerasan dan Pelanggaran’ ini dihadiri oleh Pangkoarmada RI, Dankodiklatal, Pangkormar, Gubernur AAL, Pejabat Utama TNI AL serta 707 Taruna AAL.
Dalam kesempatan ini Muhammad Ali menekankan bahwa jati diri Taruna AAL adalah sebagai calon pemimpin TNI AL dan bangsa yang harus memiliki integritas tinggi serta karakter yang kuat guna menghadapi dinamika lingkungan strategis yang kian kompleks.
Dunia saat ini menghadapi perubahan yang sangat cepat. Ancaman tidak lagi hanya bersifat konvensional, namun telah merambah ke ranah perang siber, drone, electronic warfare, dan perang informasi.
Indonesia sebagai negara kepulauan bertumpu pada kemampuan TNI AL sebagai komponen utama pertahanan di laut. Oleh sebab itu, TNI AL butuh perwira yang cerdas, disiplin, loyal, dan mampu beradaptasi dengan ancaman multidomain.
Salah satu poin krusial dalam pengarahan tersebut adalah penegasan Kasal untuk menghentikan segala bentuk tradisi kekerasan yang tidak bermanfaat. Kasal menghendaki pola pendidikan yang keras untuk membentuk mental petarung (warrior), namun tetap menjunjung tinggi martabat manusia.
“Kekerasan atau kekejaman tidak menunjukkan kekuatan mental, melainkan menunjukkan kelemahan yang ditutupi. Hentikan tradisi buruk yang menimbulkan dendam. Kita terapkan prinsip: Keep what works, fix what doesn’t,” tegas Ali di hadapan para calon pemimpin masa depan tersebut.
Secara jelas bahwa pendidikan keras bertujuan untuk menyiapkan Taruna mengambil keputusan di kondisi ekstrem melalui latihan fisik terukur dan SOP yang ketat.
Sebaliknya, pendidikan kejam bersifat destruktif, merendahkan martabat, dan melanggar hukum serta HAM. Kasal mengingatkan kembali hakikat perwira TNI AL yang harus memiliki profil Tanggap: Cerdas, intelektual tinggi, dan cepat memahami masalah, Tanggon: Tangguh, bermental baja, dan konsisten dalam kejujuran dan Trengginas: Cekatan, sigap, dan memiliki ketangkasan jasmani yang prima.

