Jakarta Darurat Sampah! Pramono Wajibkan Pilah Sampah dari Rumah

2 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai serius mempercepat penanganan sampah dengan mewajibkan gerakan pilah sampah dari rumah. Evaluasi rutin setiap dua minggu pun akan dilakukan untuk memastikan program berjalan efektif dan berkelanjutan.

“Saya sudah minta kepada Biro KDH (Kepala Daerah), setiap dua minggu sekali, kita akan evaluasi perkembangan dari gerakan pilah sampah ini,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Selasa (12/5/2026).

Menurut Pramono, evaluasi dilakukan untuk memastikan seluruh masyarakat dan pihak terkait ikut menjalankan gerakan tersebut secara konsisten.

Ia menegaskan program ini bukan sekadar kampanye biasa, melainkan langkah serius untuk mengatasi persoalan sampah yang semakin berat di Jakarta.

“Ini bukan hanya sekadar kampanye yang bersifat seremonial. Kami serius, karena ini untuk menangani persoalan sampah yang ada di Jakarta, karena Bantargebang sudah tidak mampu lagi,” tegasnya.

Dalam program tersebut, sampah akan dipilah menjadi dua jenis utama, yakni organik dan anorganik. Untuk pengolahan sampah organik, Pemprov DKI kini mulai memanfaatkan teknologi hidrotermal yang telah diuji coba di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur.

- Advertisement -

Teknologi ini menggunakan uap panas bertekanan tinggi untuk mengurai sampah organik tanpa proses pembakaran. Hasilnya, proses pengolahan yang biasanya memakan waktu hingga 10 hari kini bisa selesai hanya dalam waktu dua jam.

Berdasarkan hasil uji coba April 2026, teknologi tersebut berhasil mengolah 1.708 kilogram sampah organik dan menghasilkan 936 liter pupuk cair.

Selain pupuk cair, residu padat dari pengolahan juga bisa dimanfaatkan menjadi media tanam dan pupuk organik.

Pramono mengatakan teknologi pengolahan sampah tersebut nantinya akan diterapkan di berbagai pasar di Jakarta.

Tak hanya masyarakat, hotel, restoran, dan kafe juga diwajibkan memiliki sistem pemisahan sampah secara mandiri.

“Untuk hotel, restoran, dan kafe, kami mewajibkan semuanya harus punya tempat untuk pemisahan (sampah), karena memang sampah organik adalah hotel, restoran, dan kafe,” ungkap Pramono.

Langkah ini diharapkan mampu mengurangi beban Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Bantargebang sekaligus menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dan ramah lingkungan di Jakarta.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Ronalds Petrus Gerson
Ronalds Petrus Gerson
Tim Redaksi :
Apresiasi untuk Ronalds Petrus Gerson

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya dan artikel berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO, & ShopeePay.

Berita Lainnya

YANG BARU