HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bencana banjir berdampak kepada puluhan rumah yang ada di Kelurahan Petir, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Provinsi Banten.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, sedikitnya 60 unit rumah terdampak akibat genangan yang merendam kawasan permukiman warga.
“Berdasarkan data terbaru, seluruh warga yang sempat mengungsi atau sebanyak 60 kepala keluarga telah kembali ke rumah masing-masing seiring kondisi banjir yang berangsur surut,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Kamis (7/5).
Mengacu pada prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sejumlah wilayah Indonesia masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang pada periode 7 hingga 8 Mei 2026.
Merespons kondisi tersebut, Abdul mengimbau pemerintah daerah agar meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi melalui pemantauan wilayah rawan, penyebaran informasi cuaca kepada masyarakat, kesiapan personel dan peralatan, serta memastikan jalur evakuasi dan lokasi pengungsian dapat berfungsi dengan optimal.
Pemerintah daerah juga diharapkan melakukan asesmen cepat dan menyiapkan langkah penanganan darurat apabila terjadi bencana.
“BNPB juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir, tanah longsor, dan angin kencang, khususnya saat hujan deras berlangsung dalam durasi lama. Upaya mitigasi dapat dilakukan dengan rutin membersihkan sungai dan drainase guna mencegah banjir,” imbaunya.
“Selain itu, penanaman pohon vetiver, sengon, dan tanaman berakar kuat di area lereng maupun tebing dapat membantu memperkuat struktur tanah dan meminimalisir risiko longsor. Warga yang tinggal di daerah aliran sungai dan lereng perbukitan diminta segera melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman apabila hujan deras terjadi dalam durasi yang lama atau muncul tanda-tanda pergerakan tanah,” tambahnya.

