HOLOPIS.COM, JAKARTA – Gelombang pasang dan abrasi yang terjadi di Desa Aruan Gaur, Kecamatan Siritaun Wida Timur, Kabupaten Seram Bagian Timur, Provinsi Maluku.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, kejadian diawali saat gelombang pasang menghantam pesisir pantai Negeri Administratif Aruan Gaur hingga mengakibatkan talud penahan ombak sepanjang 110 meter rusak.
“Rusaknya talud penahan ombak mengakibatkan gelombang pasang menghantam dinding rumah warga hingga mengalami kerusakan,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Jumat (5/6).
Abdul memastikan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Seram Bagian Timur diturunkan untuk melakukan kaji cepat dan pendataan.
“Petugas mencatat sebanyak 17 Kepala Keluarga (KK) atau 67 warga terdampak. Sebanyak empat rumah mengalami rusak sedang dan 15 rumah mengalami rusak ringan,” jelasnya.
Hingga Kamis (4/6), gelombang pasang dan abrasi masih terjadi. Beberapa warga mengungsi ke rumah kerabat saat gelombang pasang kembali naik. Sementara itu, warga secara mandiri membangun penahan ombak sementara.
Abdul kemudian mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem pada masa peralihan musim hujan ke kemarau, seperti angin kencang, hujan ekstrem, puting beliung, banjir, longsor, dan gelombang tinggi. Masyarakat diharapkan menyiapkan tas siaga bencana dan rencana darurat sebagai langkah kesiapsiagaan.
“Masyarakat yang tinggal di bantaran sungai agar memantau ketinggian muka air secara berkala. Masyarakat yang tinggal di wilayah rawan longsor diimbau untuk waspada dan mengenali gejala tanah longsor, seperti adanya retakan tanah di lereng, tebing yang rapuh, kerikil yang mulai berjatuhan, serta air sumur atau sungai yang berubah menjadi keruh secara tiba-tiba,” imbaunya.
“Segera evakuasi jika mendengar suara gemuruh atau sirine peringatan dini. Pantau informasi dari sumber resmi dan tepercaya, seperti BNPB, BPBD, dan BMKG,” tambahnya.

