HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kesiapsiagaan prajurit di wilayah rawan terus menjadi perhatian serius TNI. Wakil Panglima Komando Operasi TNI (Wapangkoops) Habema, Brigjen Riyanto, turun langsung meninjau kondisi pasukan di garis depan. Brigjen Riyanto mendatangi Pos Komando Taktis (Kotis) Dekai, Yahukimo, Papua Pegunungan.
Dari keterangan Pusat Penerangan (Puspen) TNI, kunjungan Brigjen Riyanto ini bukan sekadar rutinitas. Tapi, melainkan langkah strategis untuk memastikan seluruh personel siap menghadapi dinamika keamanan di wilayah tersebut.
Setibanya di lokasi, Brigjen Riyanto langsung melakukan pengecekan menyeluruh terhadap prajurit Satgas Koops TNI Habema dari Yonif 5 Marinir. Fokus pemeriksaan mencakup tiga aspek utama: kekuatan personel, kesiapan materiil, dan kondisi moril prajurit.
Langkah ini dinilai krusial untuk menjamin setiap operasi berjalan optimal di tengah tantangan medan dan situasi keamanan yang kompleks.

Dalam arahannya, ia menyampaikan kesiapan tempur bukan satu-satunya hal yang penting. Prajurit juga diminta menjaga kedisiplinan dan memperkuat soliditas di lapangan.
“Pentingnya kewaspadaan, disiplin, dan soliditas antar personel,” kata Brigjen Riyanto, dalam keterangan Puspen TNI dikutip pada Rabu, (6/5/2026).
Tak hanya itu, pendekatan humanis juga jadi sorotan utama. Ia mengingatkan bahwa kehadiran TNI di Papua tak hanya sebagai penjaga keamanan. Tapi, juga bagian dari masyarakat.
“Prajurit agar tetap humanis dalam berinteraksi dengan masyarakat, menjaga hubungan baik dengan warga, serta membantu kesulitan masyarakat selama penugasan,” jelas Brigjen Riyanto.
Pesan Brigjen Riyanto menegaskan operasi militer di Papua mengedepankan keseimbangan antara keamanan dan pendekatan sosial. Hal itu untuk menciptakan stabilitas jangka panjang.
Peninjauan ini sekaligus menunjukkan komitmen TNI untuk memastikan setiap prajurit di lapangan berada dalam kondisi siap, baik secara fisik maupun mental, dalam menjalankan tugas negara.


