HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bencana banjir merendam pemukiman warga yang ada di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Provinsi Sumatra Selatan sejak beberapa hari yang lalu.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, hujan lebat berdurasi panjang menyebabkan debit air Sungai Wal meluap.
“Akibatnya banjir merendam satu desa di Kecamatan Lubuk Batang, yaitu Desa Gunung Meraksa,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Selasa (5/5).
Abdul menjelaskan bahwa setidaknya ada sebanyak 164 KK atau 450 jiwa terdampak akibat insiden tersebut. Saat ini, personel gabungan melakukan upaya penanganan darurat saat banjir melanda masyarakat.
“Di samping itu, untuk mengantisipasi meluasnya dampak, BPBD menyebarluaskan informasi peringatan dini dan kesiapsiagaan kepada warga,” ujarnya.
Abdul menambahkan bahwa kondisi banjir pada saat ini masih menggenangi sejumlah rumah warga yang terdampak.
“Banjir yang menggenangi rumah warga masih belum surut,” imbuhnya.
Menyikapi potensi ancaman hidrometeorologi basah yang masih dapat terjadi, Abdul mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap waspada dan siaga.
Berdasarkan prakiraan cuaca, sebagian besar wilayah Indonesia berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Beberapa provinsi, seperti Kalimantan Tengah, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, dan wilayah di Pulau Jawa, bahkan berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat.
“Upaya pencegahan dan kesiapsiagaan dini menjadi kunci pengurangan risiko bencana. BNPB mengimbau BPBD untuk memastikan kesiapan personel, peralatan, serta jalur komunikasi sampai ke tingkat aparat desa guna mendukung aksi dini agar masyarakat terhindar dari bencana,” imbaunya.
“Di samping itu, seluruh pihak diharapkan terus memantau dan memutakhirkan informasi sehingga peringatan dini dapat diteruskan kepada warga di wilayah yang berpotensi terdampak,” tambahnya.

