Lima Kecamatan di Kabupaten Bogor Terendam Banjir

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bencana banjir merendam ribuan rumah warga yang ada di Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat hingga merusak sejumlah bangunan.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, tujuh desa di lima kecamatan dilanda banjir.

“Bersamaan dengan turunnya hujan, peristiwa ini disebabkan oleh terganggunya daerah aliran sungai karena pekerjaan normalisasi Kali Sindangbarang hingga mengakibatkan air meluap ke permukiman warga,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Selasa (5/5).

Lima kecamatan terdampak adalah Kecamatan Ciomas, Sukaraja, Dramaga, Ciampea, dan Babakan Madang.

“Ketinggian muka air bervariasi antara 20-60 sentimeter,” imbuhnya.

Abdul mengungkapkan bahwa dampak akibat peristiwa ini antara lain 346 Kepala Keluarga (KK) atau 1.128 jiwa terdampak, 326 unit rumah terdampak, satu bangunan majelis dan satu unit jembatan terdampak.

- Advertisement -

Abdul kemudian memastikan genangan air telah surut dan material sisa banjir telah dibersihkan, bangunan masjid telah dibersihkan, dan jembatan terdampak sudah bisa dilalui kembali.

Sementara itu, bencana banjir diketahui juga melanda wilayah Jawa Barat, tepatnya di Kabupaten Bandung. Lokasi tepatnya di Desa Cilampeni, Kecamatan Ketapang.

“Banjir merendam 61 unit rumah sehingga mengakibatkan 63 KK terdampak,” ucapnya.

Kendati demikian, Abdul menjelaskan bahwa bencana banjir tidak berlangsung lama dan genangan air dilaporkan telah surut.

Menyikapi potensi ancaman hidrometeorologi basah yang masih dapat terjadi, Abdul mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap waspada dan siaga.

Berdasarkan prakiraan cuaca, sebagian besar wilayah Indonesia berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Beberapa provinsi, seperti Kalimantan Tengah, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, dan wilayah di Pulau Jawa, bahkan berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat.

“Upaya pencegahan dan kesiapsiagaan dini menjadi kunci pengurangan risiko bencana. BNPB mengimbau BPBD untuk memastikan kesiapan personel, peralatan, serta jalur komunikasi sampai ke tingkat aparat desa guna mendukung aksi dini agar masyarakat terhindar dari bencana,” imbaunya.

“Di samping itu, seluruh pihak diharapkan terus memantau dan memutakhirkan informasi sehingga peringatan dini dapat diteruskan kepada warga di wilayah yang berpotensi terdampak,” tambahnya.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Ronald Steven
Ronald Steven
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU