HOLOPIS.COM, JAKARTA – Harapan Cremonese untuk menjauh dari jurang degradasi kembali terpukul. Bermain di kandang sendiri, mereka harus menerima kenyataan pahit setelah takluk dari Lazio dalam giornata ke-35 Liga Italia Serie A di Stadion Giovanni Zini, Selasa (5/5) dini hari.
Laga ini sempat memberi harapan bagi tuan rumah. Meski sejak awal mendapat tekanan dari permainan ofensif Lazio, Cremonese justru bisa mencuri keunggulan lebih dulu.
Pada menit ke-29, penyerang Federico Bonazzoli sukses mengoptimalkan peluang dan membawa timnya unggul 1-0. Gol tersebut sempat mengubah ritme pertandingan membuat kedua tim saling melancarkan serangan hingga akhir babak pertama.
Cremonese pun menutup paruh pertama dengan keunggulan tipis.
Memasuki babak kedua, tekanan Lazio semakin intens. Pada menit ke-51, kiper Timnas Indonesia Emil Audero tampil gemilang dengan melakukan penyelamatan penting yang menjaga keunggulan timnya.
Namun, hanya dua menit berselang, pertahanan Cremonese akhirnya rontok. Pada menit ke-53, pemain asal Denmark Gustav Isaksen berhasil menyamakan kedudukan setelah menerima umpan dari Tijjani Noslin.
Skor imbang 1-1 membuat pertandingan berjalan semakin terbuka. Kedua tim berusaha mencari gol kemenangan. Tapi, waktu normal berakhir tanpa perubahan skor.
Petaka bagi Cremonese datang di saat yang paling menyakitkan. Memasuki injury time menit 90+2, penyerang asal Belanda Tijjani Noslin yang mendapatkan ruang tembak melepaskan tendangan jarak jauh. Gawang Audero tak bisa diselamatkan.
Bola melengkung tajam ke sudut gawang dan tak mampu dihalau Audero. Gol tersebut menjadi penentu kemenangan Lazio sekaligus memupus harapan Cremonese untuk mengamankan poin di kandang.
Kekalahan ini membuat posisi Cremonese semakin terpuruk di klasemen. Mereka masih tertahan di peringkat ke-18 dengan 28 poin dari 35 pertandingan.
Untuk keluar dari zona merah, I Grigiorossi harus mengejar Lecce yang berada di posisi ke-17 dengan koleksi 32 poin dari jumlah laga yang sama.
Dengan hanya tiga pertandingan tersisa, tekanan kini semakin besar bagi tim asuhan Marco Giampaolo. Mereka dituntut menyapu bersih sisa laga jika ingin menjaga asa bertahan di Serie A. Kondisi itu pun masih tergantung dengan laga tim lain.


