HOLOPIS.COM, JAKARTA – Cremonese menjaga peluang bertahan di Serie A setelah meraih kemenangan penting 1-0 atas Udinese dalam laga krusial jelang akhir musim.
Kemenangan di markas Udinese membuat harapan Cremonese lolos dari zona degradasi tetap hidup hingga pertandingan terakhir musim ini.
Meski Jamie Vardy mencetak gol kemenangan di menit 8, sorotan besar justru mengarah kepada Emil Audero. Kiper Timnas Indonesia itu tampil luar biasa di bawah mistar gawang.
Eks kiper Inter Milan itu itu berkali-kali menggagalkan peluang emas Udinese. Aksi Emil itu jadi faktor utama keberhasilan Cremonese membawa pulang tiga poin penting.
Tim asuhan Marco Giampaolo datang ke laga ini dengan tekanan besar setelah masih berkutat di papan bawah klasemen.
Mengutip dari Football Italia, sejak awal pertandingan, Cremonese tampil agresif memanfaatkan kesalahan lini belakang tuan rumah. Kelengahan Oumar Solet dan Kingsley Ehizibue dalam membangun serangan berhasil dimanfaatkan Federico Bonazzoli untuk merebut bola dan menciptakan peluang.
Maduka Okoye memang sempat melakukan penyelamatan. Tapi, bola muntah langsung disambar Jamie Vardy menjadi gol pembuka bagi Cremonese.
Setelah unggul, Cremonese terus menekan lewat Youssef Maleh yang beberapa kali mengancam gawang Udinese. Salah satu percobaannya bahkan memaksa Okoye melakukan penyelamatan sulit dengan satu tangan.
Udinese sempat mendapat hadiah penalti setelah Sebastiano Luperto dianggap melanggar Christian Kabasele. Namun, VAR kemudian membatalkan keputusan tersebut karena adanya posisi offside lebih dulu.
Memasuki babak kedua, Udinese melakukan tekanan seporadis. Keinan Davis dan Thomas Kristensen memperoleh sejumlah peluang berbahaya, tetapi Emil Audero tampil sigap menjaga keunggulan timnya.
Salah satu momen paling krusial terjadi ketika Audero melakukan penyelamatan refleks luar biasa untuk menggagalkan tendangan tumit Kristensen dari jarak dekat.
Udinese sebenarnya sempat mencetak gol pada menit ke-86 melalui Adam Buksa. Namun gol tersebut dianulir setelah Idrissa Gueye dinilai melakukan pelanggaran terhadap Audero hingga sang kiper kehilangan bola.
Drama belum berhenti sampai di situ. Pada masa injury time, Udinese hampir menyamakan kedudukan lewat tendangan melengkung keras Oumar Solet yang mengarah ke sudut atas gawang.
Namun, Audero kembali tampil heroik. Kiper berusia 29 tahun itu melompat dan menepis bola dengan penyelamatan spektakuler yang langsung disambut selebrasi para pemain Cremonese.
Peluit panjang akhirnya memastikan kemenangan penting bagi Cremonese. Meski demikian, situasi papan bawah Serie A masih belum sepenuhnya aman.
Harapan Cremonese sempat membesar saat laga usai. Namun, kabar kemenangan Lecce 3-2 atas Sassuolo pada masa tambahan waktu membuat persaingan bertahan di Serie A tetap berlangsung sengit hingga pekan terakhir musim ini.
Dengan kemenangan itu, Cremonese saat ini meraup 34 poin dari 37 laga. Kini, Cremonese berada di urutan 18 alias batas zona merah. Hanya selisih satu poin dengan Lecce yang berada di posisi 17.
Jika di laga terakhir, Emil Audero Cs bisa menang dan sebaliknya Lecce imbang atau kalah maka Cremonese punya peluang bertahan di Serie A.

