Persis Solo Degradasi Meski Menang, Drama Pahit Akhiri Perjalanan di Kasta Tertinggi

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTAPersis Solo harus menerima kenyataan pahit di akhir musim Super League 2025/26. Meski sukses meraih kemenangan pada laga penutup, Laskar Sambernyawa tetap dipastikan terdegradasi ke kasta kedua musim depan.

Bermain di Banten International Stadium, Serang, Sabtu (23/5), Persis berhasil menundukkan Persita dengan skor 3-1. Namun tambahan tiga poin itu tetap tidak cukup untuk menyelamatkan mereka dari jurang degradasi.

Tim asuhan Milomir Seslija menjadi klub ketiga yang turun kasta musim ini menyusul PSBS Biak dan Semen Padang FC.

Pada klasemen akhir, Persis menempati posisi ke-16 dengan koleksi 34 poin. Jumlah tersebut sebenarnya sama dengan milik PSM Makassar yang finis di peringkat ke-15.

Namun, Persis kalah dalam catatan head to head sehingga harus rela tersingkir dari kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Situasi ini menjadi pukulan besar bagi klub kebanggaan Kota Solo tersebut. Setelah empat musim bertahan di kompetisi tertinggi sejak promosi pada Liga 1 2022/23, Persis kini harus kembali merasakan kerasnya persaingan di kasta kedua.

- Advertisement -

Dalam laga kontra Persita, Persis tampil cukup efektif. Jefferson de Souza membuka keunggulan pada menit ke-44 sebelum Miroslav Maricic menggandakan skor di menit ke-74.

Persita sempat perkecil ketertinggalan lewat gol Pablo Ganet pada menit ke-90. Namun, Dejan Tumbas memastikan kemenangan Persis melalui gol pada masa injury time menit 90+2.

Meski kemenangan berhasil diamankan, hasil tersebut tetap tidak mampu mengubah nasib Persis di papan klasemen.

Pelatih Persis Solo, Milomir Seslija, mengapresiasi perjuangan anak asuhnya yang tetap tampil maksimal hingga pertandingan terakhir musim ini.

Milomir menilai Persita merupakan tim cukup baik bermain secara terorganisir dan disiplin.

“Di babak pertama kami bermain cukup baik dan di babak kedua kita melakukan banyak perubahan dan sempat kehilangan fokus sehingga kebobolan. Namun kita masih bisa menambah gol,” kata Milo, sapaan akrabnya dikutip dari laman resmi ileague, Minggu, (24/5/2026).

Milo juga menyampaikan Persis sebenarnya tidak layak turun kasta karena memiliki modal besar sebagai klub profesional.

“Menurut saya Persis seharusnya tidak pantas untuk turun kasta karena Solo punya segalanya, seperti fasilitas yang baik, suporter yang fantastik,” lanjut pelatih yang akrab disapa Milo itu.

Meski kecewa dengan hasil akhir musim ini, Milo pede Persis bisa segera bangkit dan kembali ke kompetisi tertinggi sepak bola nasional.

“Dan, siapapun nanti yang ada di Persis, saya sampaikan Persis akan kembali secepatnya. Dengan pelajaran ini, Persis bisa tumbuh lebih baik dan berkembang lebih baik lagi dan akan menjadi lebih kuat,” ujar Milo.

Degradasi ini menjadi akhir menyakitkan bagi Persis Solo, tetapi juga bisa menjadi momentum evaluasi besar untuk membangun kembali kekuatan tim demi kembali bersaing di level tertinggi sepak bola Indonesia.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Dani Yoga
Dani Yoga
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU