Peringatan May Day 2026 Pecah! Gerindra DKI Jakarta: Era Baru Persatuan Pekerja

3 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Monas menghadirkan suasana berbeda. Pemerintah dan buruh kini tidak lagi berseberangan, melainkan berdialog dalam satu panggung.

Peringatan Hari Buruh Internasional 2026 di kawasan Monumen Nasional menjadi momentum penting dalam hubungan pemerintah dan pekerja. Untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir, suasana May Day terasa lebih kondusif dan penuh dialog.

Kehadiran Presiden Prabowo Subianto di tengah ratusan ribu buruh menjadi sorotan utama. Diperkirakan sekitar 400 ribu massa hadir dalam peringatan ini, menjadikannya salah satu May Day terbesar di Indonesia.

Tak hanya hadir, Presiden juga mendengarkan langsung berbagai aspirasi buruh, mulai dari isu kesejahteraan hingga perlindungan tenaga kerja.

Ketua Fraksi Partai Gerindra DKI Jakarta, Setyoko, menilai momentum ini sebagai titik balik hubungan antara pemerintah dan buruh.

“Prabowo the real presidennya kaum buruh,” ujarnya, dalam keterangan tertulisnya yang dikutip Holopis.com, Senin (4/5/2026).

- Advertisement -

Menurutnya, May Day 2026 bukan sekadar perayaan, melainkan simbol persatuan. Buruh dari berbagai organisasi hadir dalam satu panggung bersama pemerintah, tanpa ketegangan seperti yang kerap terjadi di masa lalu.

“Bersatunya kaum buruh di pemerintahan Prabowo, seluruh organisasi buruh hadir bersama merayakan May Day. Prabowo 1 dr 3 presiden yang merayakan hari buruh internasional Pertama Venezuela, kedua Bolivia, ketiga Indonesia yang mau merayakan hari buruh dengan buruh,” katanya.

Bukan Sekadar Seremoni

Peringatan tahun ini juga diwarnai sejumlah kebijakan yang dinilai pro-buruh. Pemerintah disebut telah mendorong pengesahan Undang-Undang Pekerja Rumah Tangga (PRT), memberikan bonus hari raya bagi pengemudi ojek online, hingga memperkuat perlindungan pekerja sektor perikanan.

“Pengesahan UU PRT, bonus hari raya untuk ojol, perlindungan awak kapal perikanan yang dituangkan dalam Perpres Nomor 25 tahun 2026 tentang ratifikasi konvensi International Labour Organization nomor 188, untuk memastikan perlindungan dan kesejahteraan bagi awak kapal perikanan dan lainnya, bukti pemerintah bekerja mensejahterakan buruh agar Indonesia maju,” tegas Setyoko.

Namun demikian, masih ada sejumlah tuntutan yang dinanti realisasinya, seperti kebijakan potongan tarif aplikator bagi pengemudi ojek online.

“Yang ditunggu realisasi Perpres Nomor 27 Tahun 2026 potongan dibawah 10 persen dari aplikator untuk rekan-rekan ojol,” katanya.

Suasana May Day 2026 yang lebih damai dan terbuka dinilai sebagai awal dari era baru hubungan industrial di Indonesia. Pemerintah tidak hanya hadir sebagai pengambil kebijakan, tetapi juga sebagai mitra dialog bagi buruh.

“Buruh bersatu, nelayan bersatu, petani bersatu, rakyat bersatu Indonesia maju pasti segera terwujud,” tutupnya.

Dengan pendekatan yang lebih kolaboratif, May Day tahun ini menjadi simbol bahwa aspirasi pekerja bisa disampaikan tanpa harus berhadapan, lainkan berdampingan.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Ronalds Petrus Gerson
Ronalds Petrus Gerson
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU