SPKPFI Targetkan Seluruh Ekosistem Perfilman Masuk Jaminan Sosial

19 Shares

HOLOPIS.COM, Jakarta – Ketua Umum Serikat Pekerja Kreatif Perfilman Indonesia (SPKPFI), DR. Gede Sandra, menegaskan bahwa seluruh ekosistem dunia perfilman harus masuk dalam program jaminan sosial dan jaminan kesejahteraan.

“Seluruh kru film, sutradara, produser, artis, pokoknya seluruh ekosistem dunia perfilman itu masuk ke dalam jaminan sosial dan jaminan kesejahteraan ini,” ujar Gede Sandra dalam peluncuran MAD Fest Merah Putih Festival Film Pendek 2026 di Gedung Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (1/5/2026).

Ia menambahkan, SPKPFI menargetkan dalam waktu satu tahun atau bahkan kurang, organisasinya dapat membantu pemerintah menyalurkan kebijakan perlindungan bagi para pekerja kreatif.

“Kita berharap SPKPFI bisa membantu meningkatkan kesejahteraan, terutama bagi artis yang sedang kesusahan, dan meningkatkan jaminan sosial untuk mereka,” katanya.

Peluncuran festival yang bertepatan dengan peringatan Hari Buruh Internasional itu diresmikan oleh Menteri Ketenagakerjaan RI, Prof. Yasierlli, didampingi Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, Endang Anggoro Putri.

Menaker Yasierlli menilai industri perfilman merupakan sektor penting bagi kemajuan bangsa.

- Advertisement -

“Industri kreatif ini merupakan salah satu yang akan tumbuh besar di masa yang akan datang dan sangat cocok dengan apa yang dicari oleh Gen Z. Saya akan support dan saya yakin industri ini harus maju,” ujarnya.

Ketua Panitia MAD Fest 2026, Sonny Pudjisasono, menjelaskan bahwa nama MAD Fest merupakan singkatan dari May Day Festival, diambil dari peringatan Hari Buruh Internasional pada 1 Mei, sementara “Merah Putih” melambangkan semangat kebangsaan yang mengaitkan kegiatan ini dengan perayaan Hari Kemerdekaan RI pada 17 Agustus mendatang.

Artis senior sekaligus pendiri SPKPFI, Paramitha Rusady, mengungkapkan bahwa masih banyak pekerja kreatif, baik kru produksi maupun artis, yang menghadapi kesulitan ekonomi di masa tua meski karya mereka masih terus dinikmati masyarakat. Kondisi itulah yang melatarbelakangi berdirinya SPKPFI sebagai wadah advokasi dan perjuangan hak-hak pekerja kreatif.

Acara tersebut sekaligus menandai satu tahun berdirinya SPKPFI, ditandai dengan pemotongan kue oleh Paramitha Rusady sebagai simbol kebersamaan para pekerja kreatif Indonesia.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Freelancer
Muhammad Ibnu Idris
Freelancer, Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU