HOLOPIS.COM, JAKARTA – Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengecam pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut penyitaan kapal-kapal Iran oleh AS sebagai perompakan.
Dalam pernyataannya beberapa waktu lalu, Iran meradang dengan pernyataan frontal yang bisa diucapkan oleh seorang pemimpin Amerika Serikat tersebut.
“Presiden AS secara terbuka menggambarkan penyitaan ilegal kapal-kapal Iran sebagai perompakan, dengan berani membanggakan bahwa kami bertindak seperti perompak,” kata Baghaei dalam sebuah unggahan di platform X seperti dikutip Holopis.com.
“Ini bukan sekadar salah ucap. Ini adalah pengakuan langsung dan memberatkan tentang sifat kriminal dari tindakan mereka terhadap pelayaran maritim internasional,” imbuhnya.
Baghaei kemudian menyerukan kepada masyarakat internasional, negara-negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), serta sekretaris jenderal PBB untuk secara tegas menolak segala normalisasi atas pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional tersebut.
Sebelumnya diberitakan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump membanggakan kerja Angkatan Laut AS yang bertindak seperti perompak dalam blokade pelabuhan Iran.
Dimana hal itu dilakukan militer AS saat perang melawan Iran mencapai tenggat waktu legal 60 hari.
“Kami merampas kapal, kami merampas kargo, kami merampas minyak. Ini bisnis yang sangat menguntungkan,” kata Trump dalam sebuah acara beberapa waktu lalu seperti dikutip Holopis.com.
“Kami seperti perompak. Kami memang agak mirip perompak, tetapi kami tidak main-main,” imbuhnya.

