BMKG: Meski Kemarau, Hujan Ekstrem dan Petir Masih Hantam RI Sepekan ke Depan

16 Shares

JAKARTA, HOLOPIS.COMBMKG memperingatkan hujan ekstrem dan petir masih melanda RI sepekan ke depan, meski kemarau mulai tiba di sejumlah wilayah Indonesia.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan terbaru terkait potensi cuaca ekstrem di Indonesia.

Meski sebagian wilayah mulai memasuki musim kemarau, hujan lebat hingga sangat lebat disertai kilat dan angin kencang diprediksi masih terjadi dalam sepekan ke depan.

BMKG mencatat, dalam periode 27–29 April 2026, sejumlah daerah mengalami curah hujan tinggi.

Intensitas hujan bahkan mencapai kategori sangat lebat di beberapa wilayah seperti Sulawesi , Maluku, Bali, hingga Jawa Barat.

Fenomena ini dipicu oleh aktivitas gelombang atmosfer seperti Rossby Ekuatorial, Kelvin, dan Mixed Rossby-Gravity (MRG) yang mendukung pembentukan awan hujan.

Selain itu, Madden-Julian Oscillation (MJO) yang berada pada fase aktif juga turut memperkuat potensi hujan, terutama di wilayah barat dan tengah Indonesia.

Tak hanya itu, faktor lokal seperti pemanasan permukaan yang kuat pada siang hari dan kelembapan udara tinggi ikut mempercepat pertumbuhan awan konvektif penyebab hujan deras.

Di sisi lain, suhu udara maksimum di sejumlah wilayah masih tergolong tinggi, bahkan mencapai lebih dari 36 derajat Celsius.

Kondisi ini dipengaruhi oleh radiasi matahari yang intens serta mulai menguatnya Monsun Australia, yang membawa massa udara kering ke Indonesia.

BMKG menjelaskan, saat ini Indonesia tengah memasuki masa peralihan musim (pancaroba).

Ciri utamanya adalah perbedaan suhu signifikan antara pagi hingga siang yang panas, lalu berubah menjadi hujan pada sore atau malam hari.

Hujan yang terjadi umumnya bersifat lokal, berdurasi singkat, namun berpotensi lebat dan disertai petir serta angin kencang.

Wilayah Terdampak

Dalam periode 1–7 Mei 2026, hampir seluruh wilayah Indonesia berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat.

Beberapa daerah yang perlu meningkatkan kewaspadaan antara lain:

Pulau Jawa: Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta

Sumatera: Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, hingga Lampung

Kalimantan: Kalimantan Barat, Timur, Tengah, dan Selatan

Sulawesi: Sulawesi Selatan, Tengah, Tenggara, dan sekitarnya

Indonesia Timur: Maluku dan Papua (terutama wilayah pegunungan)

Beberapa wilayah bahkan berstatus siaga hujan sangat lebat, yang berisiko memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan pohon tumbang.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap dua kondisi ekstrem sekaligus, yakni suhu panas di siang hari dan hujan lebat di sore hingga malam.

BMKG juga meminta pemerintah daerah dan pemangku kepentingan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem yang masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.

Dengan kondisi atmosfer yang masih dinamis, masyarakat diharapkan tidak lengah meski kalender menunjukkan awal musim kemarau.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Gesha Yuliani Nattasya
Muhammad Ibnu Idris
Gesha Yuliani Nattasya, Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :

BACA LAINNYA