HOLOPIS.COM, JAKARTA – Program CKG (Cek Kesehatan Gratis) 2026 kini menghadirkan layanan skrining katarak yang lebih luas dan mudah diakses masyarakat. Upaya ini juga dibarengi dengan peningkatan akses operasi katarak bagi pasien yang membutuhkan.
Berdasarkan data Kemenkes sepanjang 2025, kasus kebutaan akibat katarak di Indonesia mencapai sekitar 600.000 hingga 650.000 kasus. Angka ini menjadi perhatian serius pemerintah untuk segera ditangani.
Kenapa Skrining Katarak Penting?
Katarak merupakan kondisi kekeruhan pada lensa mata yang berkembang secara perlahan, terutama seiring bertambahnya usia. Jika tidak ditangani, kondisi ini bisa berujung pada kebutaan.
Deteksi dini menjadi kunci utama. Semakin cepat katarak ditemukan, semakin besar peluang untuk ditangani melalui operasi dan mencegah kehilangan penglihatan.
Selain itu, skrining juga membantu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan mata.
Cara Mendapatkan Layanan Skrining
Masyarakat bisa memanfaatkan layanan ini dengan langkah mudah:
- Datang ke puskesmas dengan membawa KTP atau kartu BPJS Kesehatan
- Mendaftar di puskesmas atau rumah sakit yang menyediakan skrining katarak gratis
Program ini dirancang agar bisa menjangkau lebih banyak masyarakat, terutama di daerah dengan akses layanan kesehatan terbatas.
Faktor Risiko Katarak
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko katarak antara lain:
- Proses penuaan
- Penyakit seperti diabetes dan hipertensi
- Konsumsi alkohol atau obat tertentu
- Kebiasaan merokok
- Paparan sinar matahari berlebih
- Penyakit mata lainnya
Upaya Pemerintah Perluas Layanan
Kemenkes juga melakukan berbagai langkah strategis, seperti:
- Mengintegrasikan skrining mata dalam program CKG 2026
- Bekerja sama menyediakan operasi katarak, termasuk bagi ratusan pasien di Kalimantan Tengah, NTB, dan NTT
- Memastikan operasi katarak masuk dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)
Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono menegaskan pentingnya penanganan katarak sejak dini.
“Jika katarak tidak ditangani, yang hilang bukan hanya penglihatan, melainkan juga peran sosial dan produktivitas mereka,” tegasnya.

