HOLOPIS.COM, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa skema pembiayaan program Magang Nasional akan berubah di tahap berikutnya. Jika sebelumnya pemerintah menanggung penuh, kini perusahaan diminta ikut berbagi beban.
“Kami minta mereka (perusahaan) sharing (beban uang saku). Ya, 20–30 persen ditanggung korporasi,” ujar Airlangga dalam keterangannya yang dikuti Holopis.com, Selasa (28/4/2026).
Ia menjelaskan, pada tahap pertama program ini, seluruh uang saku peserta memang dibayarkan oleh pemerintah. Namun ke depan, konsep burden sharing dinilai lebih ideal.
“Burden sharing (pembagian beban) harus kita dorong. Kalau kemarin kan 100 persen dibayar pemerintah,” kata Airlangga.
Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengungkapkan bahwa program Magang Nasional 2025 Tahap I telah resmi ditutup setelah berjalan selama enam bulan, sejak 20 Oktober 2025 hingga 19 April 2026.
Dari hasil seleksi, tercatat sebanyak 16.112 peserta lolos, terdiri dari 14.952 peserta tahap 1A dan 1.160 peserta tahap 1B. Namun dalam pelaksanaannya, jumlah peserta aktif berkurang menjadi 11.949 orang.
Rinciannya, sebanyak 11.110 peserta dari batch 1A dan 839 peserta dari batch 1B masih aktif hingga akhir program.
Peserta yang berhasil menyelesaikan program selama enam bulan akan mendapatkan sertifikat magang. Sementara mereka yang mengikuti lebih dari tiga bulan, tetapi kurang dari enam bulan, tetap memperoleh surat keterangan.
Yassierli juga menyampaikan bahwa pemerintah sedang mengkaji skema baru terkait pembagian uang saku antara pemerintah dan perusahaan.
“Kita sedang mengkaji untuk melibatkan perusahaan lebih aktif, sehingga sudah mulai ada usulan nanti uang sakunya itu harus ada share kontribusi dari perusahaan, walaupun tidak dominan,” kata Yassierli.
Keterlibatan perusahaan dinilai penting karena mereka juga berperan dalam memberikan pembinaan dan pengalaman kerja langsung kepada peserta magang.
Dengan skema baru ini, pemerintah berharap program Magang Nasional semakin berkelanjutan dan mampu mencetak tenaga kerja yang siap terjun ke dunia industri.


