BerandaNewsKesehatanDokter Ungkap Gejala Katarak yang Kerap Tak Disadari, Datang Diam-Diam Tanpa Rasa...

Dokter Ungkap Gejala Katarak yang Kerap Tak Disadari, Datang Diam-Diam Tanpa Rasa Sakit

2 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Penyakit katarak sering kali datang tanpa disadari. Penurunan penglihatan yang terjadi perlahan membuat banyak orang baru menyadarinya saat kondisi sudah cukup parah.

Dokter spesialis mata subspesialis katarak dan bedah refraksi, Amir Shidik, Sp.M, Subsp.K.B.R, mengungkapkan bahwa katarak berkembang secara bertahap dalam hitungan bulan hingga tahun.

“Masalahnya katarak ini terjadi secara perlahan, hitungannya bulan, tahun. Jadi, seringkali pasien itu tidak sadar bahwa dia sudah mulai katarak, tidak sadar penglihatannya turun,” kata Amir dalam diskusi kesehatan di Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Ia menjelaskan, katarak terjadi akibat lensa mata yang awalnya jernih menjadi keruh. Pada kondisi normal, lensa mata berfungsi memfokuskan bayangan dengan tajam ke retina. Namun, pada penderita katarak, bayangan menjadi tidak jelas dan tampak berpendar.

Gejala yang muncul tidak hanya sekadar buram. Penderita juga bisa mengalami silau, terutama saat mengemudi di malam hari atau ketika hujan. Selain itu, ukuran kacamata yang sering berubah juga bisa menjadi tanda awal katarak.

Salah satu gejala unik yang sering terjadi adalah second sight. Dalam kondisi ini, penglihatan jarak dekat justru terasa membaik, sementara penglihatan jauh semakin menurun.

Amir menjelaskan bahwa kondisi ini terjadi karena perubahan bentuk lensa mata. Lensa yang terkena katarak menyerap cairan sehingga menjadi lebih cembung.

“Karena katarak sendiri asal katanya dari air terjun, jadi, seperti orang melihat di belakang air terjun kalau sudah parah. Seperti melihat di balik kaca yang berembun,” jelasnya.

Katarak bisa terjadi pada satu atau kedua mata, namun tidak menular dari satu mata ke mata lainnya. Faktor risiko terbesar adalah usia. Bahkan, prevalensi katarak bisa mencapai 70 persen pada usia 70 tahun.

Menariknya, kondisi ini umumnya tidak disertai rasa nyeri atau mata merah. Namun, pada kasus yang sudah parah, pupil mata bisa tampak memutih dan penglihatan terlihat kekuningan atau kecokelatan.

Karena gejalanya yang samar, masyarakat diimbau untuk rutin memeriksakan kesehatan mata, terutama jika mulai merasakan perubahan penglihatan sekecil apa pun.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ronalds Petrus Gerson
Ronalds Petrus Gerson
Tim Redaksi :
Apresiasi untuk Ronalds Petrus Gerson

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya dan artikel berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO, & ShopeePay.

BACA LAINNYA