Utusan Rusia Sindir Keras Strategi AS Usang Hadapi Iran: Ancaman dan Sanksi Sia-sia

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTAPernyataan keras disuarakan Moskow yang menyoroti kebuntuan pendekatan Amerika Serikat (AS) terhadap Iran. Alih-alih menghasilkan kemajuan, strategi tekanan yang selama ini diandalkan Washington justru dinilai tidak lagi efektif.

Perwakilan Tetap Rusia untuk organisasi internasional di Wina, Mikhail Ulyanov, mengkritisi pola lama AS dalam bernegosiasi. Menurut dia, pola AS yang biasa melakukan ancaman militer dan sanksi telah gagal menghadapi Iran.

- Advertisement -

Dia mengatakan pendekatan itu bukan hanya tidak membuahkan hasil. Tapi, juga memperumit upaya diplomasi.

“AS terbiasa melakukan negosiasi dari posisi yang kuat, mengancam akan menggunakan kekuatan militer atau memperketat sanksi. Jelas bahwa skema ini sia-sia, tidak berhasil dengan Iran,” kata Ulyanov dikutip dari Press Tv, Senin, (27/4/2026).

- Advertisement -

Ia menegaskan bahwa jika Washington benar-benar ingin membuka jalan dialog, maka pendekatan koersif harus ditinggalkan.

“Cara terbaik bagi AS dalam keadaan saat ini adalah dengan meninggalkan semua unsur posisinya yang tampak seperti pemerasan, ultimatum, dan tenggat waktu,” lanjut Ulyanov.

Sikap Iran sejauh ini konsisten dengan menolak negosiasi di bawah tekanan AS. Teheran menolak segala bentuk negosiasi AS berbasis ancaman. Pemerintah Iran berulang kali menegaskan bahwa dialog hanya bisa dilakukan dalam posisi setara, bukan di bawah tekanan militer maupun ekonomi.

Selama bertahun-tahun, Iran menghadapi kampanye ‘tekanan maksimum’ yang digencarkan AS. Hal itu terutama sejak keluarnya Washington dari kesepakatan nuklir Joint Comprehensive Plan of Action.

Alih-alih melemahkan, kebijakan tersebut justru disebut memperkuat ketahanan domestik Iran dan meningkatkan kemandirian strategisnya.

Dia menilai, kegagalan strategi AS bukanlah hal baru. Ancaman, ultimatum, hingga tenggat waktu buatan justru mempersempit ruang kompromi dan memperpanjang konflik.

Dalam beberapa tahun terakhir, Iran menunjukkan sikap konsisten yakni tak akan tunduk pada tekanan eksternal, baik dalam isu nuklir, pertahanan, maupun pengaruh regional.

Bahkan, di tengah meningkatnya ketegangan kawasan, posisi Iran tetap tidak berubah dengan menolak tunduk dan tetap mempertahankan kepentingan nasionalnya.

Situasi semakin kompleks setelah meningkatnya konflik regional dan upaya mediasi yang belum membuahkan hasil. Pembicaraan yang sempat difasilitasi pihak ketiga pun berujung kebuntuan, dipicu oleh perbedaan tuntutan yang tajam.

Iran menegaskan bahwa setiap dialog ke depan harus dimulai dari langkah konkret, termasuk pencabutan sanksi dan penghentian kebijakan tekanan.

Di sisi lain, Rusia melihat adanya perubahan persepsi global. Semakin banyak pihak yang mulai menilai bahwa pendekatan intimidatif tidak hanya gagal, tapi juga kontraproduktif bagi stabilitas kawasan.

Omongan Ulyanov mencerminkan narasi yang lebih luas yakni dunia mulai bergeser dari diplomasi berbasis tekanan menuju pendekatan yang lebih setara.

Dalam konteks ini, Rusia menyampaikan satu-satunya jalan realistis bagi AS adalah meninggalkan strategi lama dan beralih ke dialog yang menghormati kedaulatan.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

Berita Terbaru