HOLOPIS.COM, JAKARTA – Putaran terbaru pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran di Islamabad berakhir tanpa kesepakatan. Hal ini disampaikan oleh Wakil Presiden AS, JD Vance, pada Minggu (12/4). Vance mengungkapkan bahwa negosiasi telah berlangsung intensif selama hampir satu hari penuh. Namun, hingga akhir pertemuan, belum ada terobosan yang berhasil dicapai meski kedua pihak terus berdialog.
Ia menyebut Amerika Serikat telah mengajukan proposal final dalam perundingan tersebut. Menurutnya, tawaran itu disampaikan setelah melalui proses diskusi yang panjang dan dilakukan secara terbuka.
“Kami telah menyampaikan penawaran terakhir dan terbaik kami. Diskusi dilakukan dengan itikad baik, tetapi belum mendapatkan persetujuan,” ujar Vance, dikutip Holopis.com, Minggu (12/4).
Dalam pernyataannya, Vance juga menyinggung kondisi fasilitas nuklir Iran yang disebut telah dihancurkan. Ia menilai fokus pembicaraan kini bergeser pada upaya memastikan komitmen jangka panjang Iran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir.
Menurutnya, isu utama saat ini adalah apakah Teheran bersedia menunjukkan komitmen tersebut secara berkelanjutan, tidak hanya dalam waktu dekat tetapi juga untuk jangka panjang.
Sementara itu, dari pihak Iran, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Esmaeil Baghaei menyatakan bahwa diskusi dengan AS mencakup berbagai isu penting. Ia menyebut pembahasan meliputi Selat Hormuz, program nuklir, ganti rugi perang, pencabutan sanksi, hingga penghentian konflik secara menyeluruh di kawasan.
Baghaei menegaskan bahwa keberhasilan diplomasi sangat bergantung pada keseriusan kedua pihak. Ia juga menyoroti pentingnya menghindari tuntutan yang berlebihan serta menghormati hak dan kepentingan Iran. Perundingan ini menjadi bagian dari upaya meredakan ketegangan yang meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Namun, belum adanya kesepakatan menunjukkan bahwa perbedaan pandangan antara kedua negara masih cukup besar.

