HOLOPIS.COM, JAKARTA – Industri teknologi tanah air kembali diguncang oleh gebrakan terbaru dari Infinix melalui peluncuran resmi seri unggulan mereka, Infinix GT 50 Pro, pada 24 April 2026. Acara megah yang digelar di pusat Jakarta ini menandai babak baru dalam kompetisi ponsel gaming kelas menengah-atas yang semakin memanas.
Membawa filosofi desain futuristik, Infinix memperkenalkan identitas visual baru bertajuk “Mechanical Lights Wave”. Bodi belakang perangkat ini tidak hanya sekadar estetika, tetapi dilengkapi dengan susunan LED RGB yang dapat dipersonalisasi sesuai dengan ritme permainan atau notifikasi yang masuk, menciptakan atmosfer gaming yang kental.
Di balik tampilan luarnya yang agresif, tersemat inovasi pendinginan paling mutakhir yang pernah ada di ponsel komersial, yakni HydroFlow Liquid Cooling. Teknologi ini bukan sekadar plat pendingin pasif, melainkan sebuah sistem sirkulasi aktif dengan pompa mikro yang secara dinamis mengalirkan cairan pendingin ke titik-titik panas utama di area mesin.
Jantung pacu perangkat ini dipercayakan pada chipset MediaTek Dimensity 8400 Ultimate. Prosesor dengan fabrikasi 4nm ini dirancang khusus untuk menangani beban kerja ekstrem, memastikan bahwa setiap instruksi diproses dengan latensi minimal. Hasilnya, Infinix mencatatkan skor benchmark Antutu yang berhasil menembus angka psikologis 2,2 juta poin.
Tidak berhenti di sektor mesin, Infinix juga melakukan optimasi besar-besaran pada aspek manajemen memori. Dengan RAM 12GB LPDDR5X yang didukung teknologi ekspansi memori virtual, perangkat ini mampu menjaga belasan aplikasi berat tetap berjalan di latar belakang tanpa adanya penurunan performa atau penutupan aplikasi secara paksa.
Visualisasi permainan dihadirkan melalui panel AMOLED 6,78 inci yang memiliki resolusi 1.5K. Layar ini menawarkan tingkat kecerahan puncak yang sangat tinggi sehingga tetap nyaman dipandang di bawah sinar matahari langsung, sementara refresh rate 144Hz memastikan setiap gerakan di dalam game terasa halus tanpa adanya efek ghosting.
Salah satu fitur yang paling dielu-elukan oleh para gamer profesional adalah Pressure-Sense GT Trigger. Sensor ultrasonik yang tertanam di bingkai samping ponsel ini berfungsi sebagai tombol bahu yang dapat disesuaikan sensitivitasnya, memberikan keunggulan kompetitif bagi pemain dalam genre FPS (First Person Shooter) maupun MOBA.
Untuk urusan daya tahan, Infinix GT 50 Pro dibekali baterai berkapasitas masif 6.500 mAh. Namun, daya tarik utamanya bukan hanya pada kapasitas, melainkan pada fitur Bypass Charging 2.0. Fitur ini memungkinkan pengguna bermain sambil mengisi daya tanpa takut merusak baterai atau menambah panas perangkat, karena arus listrik akan dialirkan langsung ke komponen utama.
Sektor fotografi pun tidak dilupakan begitu saja meski ini adalah ponsel gaming. Kamera utama 50 MP yang dilengkapi dengan stabilisasi OIS (Optical Image Stabilization) mampu menangkap momen dengan tajam dan minim guncangan, membuktikan bahwa ponsel gaming juga bisa menjadi perangkat harian yang serbabisa bagi para kreator konten.
Dalam hal konektivitas, Infinix menyertakan teknologi antena 360 derajat yang menjamin tangkapan sinyal tetap stabil bagaimanapun posisi tangan pengguna saat memegang ponsel. Selain itu, dukungan WiFi 7 memastikan latensi tetap rendah bagi mereka yang sering berkompetisi secara daring dalam turnamen e-sports profesional.
Infinix juga memperkenalkan ekosistem “GT Verse” yang mencakup aksesori pendukung seperti GT Watch 5 Pro dan GT Buds 5. Integrasi mulus antar perangkat ini memungkinkan pengguna memantau kondisi fisik mereka saat sesi gaming intens atau sekadar beralih audio dengan latensi nol persen saat berkomunikasi dengan rekan tim.
Dengan harga resmi yang kompetitif mulai dari Rp 6.999.000, Infinix GT 50 Pro tidak hanya menjadi ancaman bagi para kompetitornya, tetapi juga menjadi pernyataan tegas bahwa inovasi teknologi tingkat tinggi kini semakin terjangkau bagi masyarakat luas, khususnya bagi komunitas gamer yang terus tumbuh di Indonesia.

