Pemerintah Dorong Wonosobo Jadi Sentra Susu Nasional

0 Shares

HOLOPIS.COM, WONOSOBOPemerintah mulai mengarahkan Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah (Jateng) menjadi sentra susu nasional di tengah tingginya kebutuhan susu dalam negeri yang belum terpenuhi.

Potensi daerah pegunungan ini dinilai strategis untuk pengembangan sapi perah, sekaligus sapi pedaging untuk kebutuhan daging sapi dalam negeri.

- Advertisement -

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menegaskan bahwa peluang investasi di sektor peternakan saat ini terbuka lebar, terutama untuk komoditas susu dan daging yang memiliki permintaan tinggi dan relatif stabil.

“Saya mengundang investasi di bidang peternakan karena jika Anda pelihara sapi perah, susunya pasti laku, sapi pedaging dagingnya pasti laku,” ujar Wamentan Sudaryono, dikutip Holopis.com Jateng, Minggu (26/4/2026).

- Advertisement -

Ia mengungkapkan, lonjakan kebutuhan susu nasional semakin terasa sejak adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG). Bahkan, produksi dari sentra peternakan yang ada saat ini hampir seluruhnya terserap untuk mendukung program tersebut.

“Sekarang semua sentra peternakan susu terserap untuk kebutuhan MBG. Ini kesempatan baik,” tuturnya.

Senada, Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyebut bahwa produksi susu dalam negeri masih jauh dari kata cukup. Saat ini, produksi nasional baru mampu memenuhi sekitar 25 persen kebutuhan, sementara 75 persen sisanya masih menjadi celah pasar yang besar.

“Kebutuhan sapi perah masih cukup besar. Kemampuan hanya 25 persen, ada 75 persen pasar dimungkinkan untuk memenuhi pasar susu segar dalam negeri,” kata dia.

Menurutnya, program MBG ke depan akan semakin mendorong lonjakan kebutuhan susu, sehingga daerah seperti Wonosobo perlu dipersiapkan sebagai pusat produksi baru.

“Saya berharap Wonosobo bisa menjadi sentra pemenuhan susu segar. Diharapkan Wonosobo dalam tahun-tahun mendatang menjadi sentra susu nasional. Perlu ada investasi,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengakui bahwa sektor peternakan di wilayahnya sebenarnya sudah cukup kuat, khususnya untuk produksi daging yang hampir menyentuh 980 ribu ton dan mampu menopang kebutuhan nasional.

Namun, ia menekankan bahwa sektor susu masih menjadi pekerjaan rumah besar yang perlu segera diakselerasi. “Yang tidak cukup adalah susu,” ujarnya.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

Berita Terbaru