Puncak Hari Kartini di Rembang, Nawal Yasin Ajak Perempuan Jadi Visioner dan Berintegritas

0 Shares

HOLOPIS.COM, REMBANG – Peringatan Hari Kartini 2026 di Kabupaten Rembang berlangsung khidmat dan sarat makna. Momentum ini tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, tetapi juga pengingat kuat bahwa semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini tetap relevan di tengah tantangan zaman modern.

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin hadir mendampingi Ketua Umum Solidaritas Perempuan Indonesia (Seruni) Kabinet Merah Putih, Selvi Gibran Rakabuming Raka dalam rangkaian acara puncak yang digelar Selasa (21/4/2026).

- Advertisement -

Rangkaian kegiatan diawali dengan kunjungan ke Museum RA Kartini untuk menelusuri jejak pemikiran sang pelopor emansipasi perempuan. Kegiatan dilanjutkan dengan ziarah ke makam Kartini sebagai bentuk penghormatan atas jasa besarnya bagi bangsa.

Dalam kesempatan tersebut, Nawal menegaskan bahwa nilai-nilai perjuangan Kartini tidak boleh berhenti sebagai sejarah, melainkan harus terus dihidupkan dalam konteks kekinian. Ia menilai Kartini sebagai sosok visioner yang mampu melampaui zamannya.

- Advertisement -

“Ibu Kartini itu visioner dan melampaui zamannya, sehingga beliau melalui surat-suratnya mampu mengubah paradigma dan bisa mengantarkan emansipasi perempuan. Sehingga pada saat ini pun Kartini masa kini harus mampu memiliki keberanian untuk menjadi visioner,” bebernya dalam siaran pers yang diterima Holopis.com Jateng, Rabu (22/4/2026).

Menurut Nawal, warisan pemikiran Kartini yang tertuang dalam karya ‘Habis Gelap Terbitlah Terang’ menjadi bukti nyata bagaimana gagasan dapat mendorong perubahan sosial yang signifikan, khususnya dalam memperjuangkan hak perempuan.

Tak hanya itu, Kartini juga dinilai memberikan teladan nyata sebagai pendidik. Ia tidak hanya berhenti pada pemikiran, tetapi juga membuka akses pendidikan bagi perempuan di masanya, sebuah langkah progresif yang dampaknya masih terasa hingga kini.

Lebih jauh, Nawal menyoroti pentingnya keseimbangan antara pendidikan, karakter, dan spiritualitas dalam membentuk perempuan masa kini. Nilai tersebut, kata dia, tercermin dari peninggalan Kartini, termasuk hadiah kitab tafsir Al-Qur’an “Faidurrahmah” dari Kiai Soleh Darat.

“Sehingga ini merefleksikan bahwa perempuan itu harus memiliki spiritualitas, karakter yang baik. Berpendidikan saja itu tidak cukup, tapi bagaimana harus memiliki karakter dan spiritual, yang bisa menuntun terhadap langkah-langkahnya,” ucapnya.

Menutup pernyataannya, Nawal mengajak perempuan Indonesia untuk tidak sekadar mengenang Kartini, tetapi juga melanjutkan perjuangannya melalui kontribusi nyata dalam pembangunan daerah dan nasional.

“Kartini telah memberikan cahaya pada obornya, sehingga bagaimana cahaya ini bisa lebih kita terangi lagi. Jadi, para perempuan, Kartini masa kini, jadilah independen, berdikari, berkarakter, dan berintegritas,” pungkasnya.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

Berita Terbaru