HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menghadirkan kemudahan lewat layanan Makkah Route atau fast track pada penyelenggaraan haji 2026, yang kini telah dinikmati lebih dari 125 ribu jemaah.
Layanan ini memungkinkan jemaah menyelesaikan proses keimigrasian Arab Saudi sejak di tanah air, sehingga setibanya di bandara tujuan, mereka tidak perlu lagi mengantre panjang.
“Layanan fast track ini secara nyata mempercepat proses kedatangan jemaah di Tanah Suci. Jemaah bisa langsung menuju hotel tanpa harus melalui antrean panjang imigrasi, sehingga lebih nyaman, terutama bagi lansia dan kelompok rentan,” ujar Maria Assegaff, Juru Bicara Kemenhaj saat jumpa pers di Asrama Haji Pondok Gede, dikutip Holopis.com, Minggu (26/4/2026).
Maria menjabarkan, bahwa layanan Makkah Route tersedia di 4 (empat) bandara. Salah satunya di Bandara Soekarno-Hatta yang melayani jamaah dan petugas dari embarkasi Jakarta-Pondok Gede atau JKG sebanyak 13.751 orang. Kemudian Jakarta-Bekasi atau JKS sebanyak 12.295 orang, serta Banten atau JKB sebanyak 9.218 orang.
Tak hanya di Jakarta, layanan fast track juga diperluas ke sejumlah bandara lain. Di Bandara Adi Soemarmo tercatat 29.133 jemaah telah menggunakan layanan ini. Disusul Bandara Juanda Surabaya sebanyak 44.080 jemaah, serta Bandara Sultan Hasanuddin Makassar sebanyak 16.757 jemaah.
“Jadi secara keseluruhan kalau bisa kami total begitu, terdapat 125.234 jamaah haji Indonesia yang telah menikmati layanan fast track pada tahun ini, termasuk pada penambahan layanan di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar pada tahun ini,” tutur Maria.
Dengan skema ini, proses perjalanan jemaah menjadi jauh lebih efisien. Setibanya di Arab Saudi, mereka bisa langsung melanjutkan perjalanan ke hotel tanpa harus melalui prosedur imigrasi yang biasanya memakan waktu lama.
“Sehingga setibanya di Bandara Jeddah maupun di Madinah, jamaah tidak perlu lagi kemudian mengantre panjang, membutuhkan waktu yang lama untuk proses imigrasi dan dapat langsung melanjutkan perjalanan mereka menuju ke hotel,” tuturnya.
Perluasan layanan Makkah Route ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan ibadah haji. Selain mempercepat proses, kebijakan ini juga mengurangi potensi kelelahan jemaah setelah perjalanan panjang.
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Moch. Irfan Yusuf menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Arab Saudi atas keberlanjutan layanan fast track yang dinilai sangat membantu kelancaran proses keberangkatan jemaah.
“Pemerintah Indonesia mengapresiasi Pemerintah Arab Saudi atas layanan fast track yang sangat membantu kelancaran proses keberangkatan jemaah haji Indonesia. Ke depan, saat fase kepulangan, Kementerian Imigrasi juga akan menyiapkan teknologi face recognition di Bandara Soekarno-Hatta dan Juanda untuk semakin mempercepat layanan bagi jemaah,” ujar Menhaj.

