Pernyataan ‘Orang Kampung’ Jokowi Picu Tafsir Liar, Sindir Jusuf Kalla?

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pernyataan Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi yang menyebut dirinya “bukan siapa-siapa, hanya orang kampung” memicu beragam tafsir di ruang publik. Omongan Jokowi itu merespons klaim dari Wakil Presiden ke-10 dan 12 RI, Jusuf Kalla alias JK soal peran menjadikannya sebagai Presiden RI.

Pengamat komunikasi politik dari Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga menganalisa pernyataan itu bisa dimaknai secara luas tergantung konteksnya.

- Advertisement -

Menurutnya, secara umum, narasi tersebut menunjukkan adanya pengakuan bahwa perjalanan politik seseorang tidak lepas dari peran pihak lain. Dalam konteks ini, pernyataan Jokowi dapat dihubungkan dengan peran Jusuf Kalla dalam perjalanan politiknya.

“Jawaban Joko Widodo (Jokowi) dirinya bukan siapa-siapa, hanya orang kampung, bisa memberi multi tafsir,” kata Jamil, sapaan akrabnya kepada awak media, Rabu, (22/4/2026).

- Advertisement -

Jamil menjelaskan, ungkapan “bukan siapa-siapa” kerap digunakan untuk menunjukkan kerendahan hati atau posisi sebagai orang biasa. Namun, di sisi lain, narasi itu juga bisa mengindikasikan adanya kontribusi pihak lain dalam pencapaian seseorang.

“Namun demikian, secara umum, Jokowi mengakui bahwa dirinya jadi presiden karena ada peran Jusuf Kalla (JK). Mengaku sebagai orang bukan siapa-siapa, hanya orang kampung, mengindikasikan Jokowi bisa menjadi presiden karena bantuan orang lain,” jelas Jamil.

Ia menambahkan, dalam budaya komunikasi tertentu, pengakuan semacam ini tidak selalu disampaikan secara langsung. Hal itu membuat pernyataan Jokowi bisa dibaca sebagai pengakuan tidak langsung terhadap peran JK.

“Karena hal itu bagian dari respon terhadap ucapan JK, maka dapat dimaknai Jokowi secara indirect mengakui peran JK,” ujar eks Dekan FIKOM IISIP itu.

Pun, Jamil menilai omongan Jokowi juga bisa dibaca sebagai strategi komunikasi politik. Ungkapan “saya bukan siapa-siapa” dapat digunakan untuk menunjukkan kesederhanaan sekaligus membangun kedekatan dengan masyarakat.

Lebih lanjut, Jamil menilai narasi itu dapat menjadi bentuk respons santai terhadap klaim pihak lain, tanpa harus mengonfrontasi secara langsung.

“Namun demikian, hal itu juga dapat dimaknai sebagai sentilan politik,” tutur Jamil.

Dalam konteks ini, Jokowi dinilai ingin menegaskan bahwa meski berasal dari latar belakang sederhana. Dengan pernyataan itu, Jokowi ingin mampu mencapai posisi RI-1 tanpa bergantung sepenuhnya pada pihak tertentu.

“Bisa jadi, Jokowi menonjolkan narasi tersebut sebagai sentilan politik. Jokowi meskipun mengklaim sebagai orang kampung, ia dalam mencapai posisi presiden tanpa tergantung pada pihak tertentu, termasuk tentunya JK,” ujar Jamil.

Sebelumnya, Jusuf Kalla alias JK menyinggung perannya di balik keberhasilan Jokowi bisa menjadi Presiden ke-7 RI. Jokowi pun merespons klaim JK dengan mengatakan bahwa dirinya bukan siapa-siapa dan hanya orang kampung.

“Ya saya ini bukan siapa-siapa. Saya orang kampung,” kata Jokowi di kediamannya di Banjarsari, Solo, Senin (20/4/2026).

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

Berita Terbaru