HOLOPIS.COM, JAKARTA – Relawan Projo angkat suara membantah klaim Wakil Presiden RI ke-10 dan 12 Jusuf Kalla atau JK soal peran besar mengantarkan Jokowi ke kursi Presiden.
Sekretaris Jenderal Projo, Freddy Alex Damanik, menegaskan kemenangan Jokowi tidak bisa disederhanakan sebagai hasil dorongan satu tokoh. Dia bilang Jokowi bisa jadi RI-1 karena kehendak rakyat.
“Namun demikian, kami menegaskan bahwa kemenangan Joko Widodo sebagai Presiden Republik Indonesia adalah hasil dari kehendak dan kepercayaan rakyat Indonesia,” kata Freddy, dalam keterangannya, Minggu, (19/4/2026)
Projo menilai narasi yang menonjolkan peran individu dalam proses demokrasi justru mengaburkan esensi kolektif dari sistem politik Indonesia. Freddy menegaskan bahwa kemenangan Jokowi lahir dari kerja bersama banyak pihak.
Ia menyoroti rekam jejak Jokowi yang dinilai menjadi faktor utama kepercayaan publik, mulai dari kepemimpinan di daerah hingga kedekatan dengan masyarakat.
“Faktor inilah yang menjadi fondasi utama kepercayaan publik,” ujar Freddy.
Selain itu, Projo juga menekankan pentingnya peran partai politik, khususnya Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), serta relawan dan partisipasi masyarakat luas.
“Projo sebagai organisasi relawan yang sejak awal berdiri untuk mengawal kepemimpinan rakyat, melihat bahwa dukungan relawan, partai politik seperti Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, serta partisipasi aktif masyarakat luas merupakan pilar penting dalam kemenangan tersebut,” ujar dia.
Dia pun mengimbau agar semua pihak bisa menjaga narasi kebangsaan tetap sehat dan tidak terjebak pada klaim personal.
“Demokrasi Indonesia adalah milik rakyat, dan setiap kemenangan dalam proses tersebut adalah kemenangan bersama, bukan milik individu,” ujar dia.
Pernyataan Projo ini muncul sebagai respons atas klaim JK yang sebelumnya menyebut dirinya sebagai sosok yang memperkenalkan Jokowi kepada Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, dalam momentum Pilgub DKI Jakarta 2012.
Bahkan, JK secara terbuka menyampaikan pernyataan yang memicu polemik. Ia menyentil barisan pendukung Jokowi yang dikenal sebagai Ternak Mulyono alias Termul.
“Kasih tahu semua itu termul-termul itu, Jokowi jadi presiden karena saya,” tutur JK di Jakarta, Sasbtu, (18/4/2026).

