Iran Tolak Negosiasi, Ancaman Trump Memanas Jelang Berakhirnya Gencatan Senjata

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Harapan tercapainya kesepakatan damai antara Iran dan Amerika Serikat (AS) tampaknya kian menipis. Menjelang berakhirnya gencatan senjata yang rapuh, Teheran justru memberi sinyal kuat tak akan melanjutkan negosiasi dengan Washington.

Keputusan ini jadi pukulan bagi upaya Pakistan yang sebelumnya bersiap jadi tuan rumah perundingan lanjutan di Islamabad. Rencana negosiasi intensif selama beberapa hari pun terancam gagal total.

- Advertisement -

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menegaskan bahwa negaranya tidak akan berunding di tengah apa yang disebutnya sebagai pelanggaran berulang oleh AS.

Baghei menyoroti blokade militer AS di Selat Hormuz serta penyitaan kapal Iran sebagai bukti nyata.

- Advertisement -

“AS tidak belajar dari pengalaman. Dan, ini tidak akan pernah menghasilkan hasil yang baik,” kata Baghei dikutip dari Aljazeera, Selasa, (21/4/2026).

Ia juga memperingatkan bahwa jika tekanan militer terus berlanjut, Iran tidak akan tinggal diam. Dia bilang pasukan Iran akan merespons dengan sewajarnya jika kembali terjadi agresi dari AS maupun sekutunya.

Diplomasi di Ujung Tanduk

Pakistan sebelumnya berharap dapat memperpanjang gencatan senjata melalui kesepakatan sementara atau nota kesepahaman (MoU). Skema itu bahkan dirancang memberi waktu hingga 60 hari untuk mencapai perjanjian damai jangka panjang.

Namun, semua rencana tersebut kini bergantung pada satu hal krusial. Kesediaan Iran untuk hadir di meja perundingan yang saat ini justru ditolak.

Situasi ini membuat peluang dialog semakin tipis. Meski Islamabad masih menyimpan harapan untuk mempertemukan kedua pihak.

Di tengah kebuntuan, Presiden AS Donald Trump tetap mengumumkan pengiriman delegasi ke Pakistan. Namun, pernyataannya diiringi nada keras yang memicu kekhawatiran global.

“Perwakilan saya akan pergi ke Islamabad, Pakistan. Mereka akan berada di sana besok malam, untuk Negosiasi,” tulis Trump di akun media sosialnya.

Ia menuduh Iran melakukan Pelanggaran Total terhadap Perjanjian Gencatan Senjata kita. Ia juga memperingatkan konsekuensi serius jika Teheran menolak kesepakatan.

Kami menawarkan KESEPAKATAN yang sangat adil dan masuk akal, dan saya harap mereka menerimanya karena, jika tidak, Amerika Serikat akan menghancurkan setiap Pembangkit Listrik, dan setiap Jembatan, di Iran,” tulis Trump. “TIDAK ADA LAGI PRIA BAIK!”

Trump juga menegaskan bahwa dirinya tidak berada dalam posisi tertekan.

Ia menyatakan sama sekali tidak berada di bawah tekanan meskipun Iran menolak hadir dalam perundingan.

Ketegangan semakin meningkat setelah insiden di Teluk Oman. Kapal perang AS dilaporkan mencegat kapal kargo Iran yang menolak berhenti.

Kapal Angkatan Laut kami menghentikan mereka tepat di jalurnya dengan meledakkan lubang di ruang mesin,” tulis Trump.

Kapal tersebut kemudian dikuasai oleh militer AS. Iran mengecam tindakan ini sebagai “pembajakan” dan pelanggaran hukum internasional.

Di sisi lain, Washington menilai kapal itu terkait aktivitas ilegal dan berada dalam daftar sanksi.

Dengan tidak adanya kepastian diplomatik dan gencatan senjata yang segera berakhir, kekhawatiran global meningkat. Ketegangan di Selat Hormuz, jalur vital distribusi energi dunia kembali mendorong harga minyak naik dan menekan pasar saham internasional.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

Berita Terbaru